Monday, November 12, 2007

Kota Magelang

Kota Magelang
Kota Magelang mengawali sejarahnya sebagai desa perdikan ' Mantyasih ' berarti beriman dalam Cinta Kasih, dimana terdapat lumpang batu yang diyakini sebagai tempat upacara penetapan Sima atau Perdikan. Tertulis dalam Prasasti Mantyasih I tanggal 11 April 907 M dan menjadi dasar penetapan Hari Jadi Magelang, kemudian berkembang menjadi kota selanjutnya menjadi Ibukota Karesidenan Kedu dan juga Ibukota Kabupaten Magelang. Setelah masa kemerdekaan kota ini menjadi kotapraja dan kemudian kotamadya dan di era reformasi, sejalan dengan pemberian otonomi seluas - luasnya kepada Daerah, sebutan kotamadya ditiadakan dan diganti menjadi kota.
Wilayah ini dulu disebut Kebondalem, yang berarti kebun milik Raja, yaitu milik Sri Sunan Pakubuwono dari Surakarta. Tanah yang membujur ke selatan mulai dari kampung Potrobangsan sampai kampung Bayeman sekarang dulunya adalah kebun kopi, rempah, buah-buahan dan sayur-sayuran termasuk bayam atau 'bayam' dalam bahasa Jawa. Sisa-sisa pernah adanya kebun itu masih dapat dilihat dari nama-nama tempat seperti : Kebondalem, yaitu sebuah kampung di Kelurahan Potrobangsan, Botton Kopen, dahulu adalah kebun kopi, Kebohpolo, kebun pala, Kemirikerep / Kemirirejo, bekas kebun kemiri, Jambon, bekas kebun jambu dan Bayeman, bekas kebun bayam.
Ketika Inggris menguasai Magelang pada abad ke 18, dijadikanlah kota ini sebagai pusat pemerintahan setingkat Kabupaten dan diangkatlah Mas Ngabehi Danukromo sebagai Bupati pertama. Bupati ini pulalah yang kemudian merintis berdirinya Kota Magelang dengan membuat Alun - alun, bangunan tempat tinggal Bupati serta sebuah masjid. Dalam perkembangan selanjutnya dipilihlah Magelang sebagai Ibukota Karesidenan Kedu pada tahun 1818.
Setelah pemerintah Inggris takluk oleh Belanda, kedudukan Magelang semakin kuat. Oleh pemerintah Belanda, kota ini dijadikan pusat lalu lintas perekonomian. Selain itu karena letaknya yang strategis, udaranya yang nyaman serta pemandangannya yang indah Magelang kemudian dijadikan Kota Militer: Pemerintah Belanda terus melengkapi sarana dan prasarana perkotaan. Menara air minum dibangun di tengah-tengah kota pada tahun 1918, perusahaan listrik mulai beroperasi tahun 1927, dan jalan - jalan arteri diperkeras dan diaspal.
Kota Magelang diberikan status sebagai Kota Gemeente pada 1 April 1906 dan dipimpin oleh seorang Belanda yang menjabat sebagai Burgemeester. Burgemeester inilah yang sekarang disebut Walikota. Dalam perjalanan sejarahnya kemudian, Kota Magelang yang luasnya 18;12 km persegi ini berkembang menjadi sebuah kota kecil dengan jumlah penduduk 115.434 orang. Letaknya cukup strategis di persimpangan jalur utama Yogyakarta - Semarang, Yogyakarta - Dieng, Semarang - Purworejo - Cilacap, dan di tengah - tengah obyek wisata alam dan budaya unggulan di Jawa Tengah - DIY.
Perkembangan jaman menuntut dibangunnya berbagai sarana dan prasarana kota. Sarana dan prasarana air bersih, penerangan, transportasi, komunikasi, akomodasi, perbelanjaan, perbankan, tempat - tempat makan dan minum, tempat hiburan dan rekreasi serta yang lain terus berkembang sebagaimana laiknya sebuah kota yang penuh dengan dinamika.
Fasilitas kota yang baru terus dibangun tanpa merusak bangunan - bangunan lama yang tetap akan menjadi saksi sejarah bertumbuhnya kota ini, Bangunan-bangunan ini tetap dilestarikan dan digunakan sebagian sesuai fungsi semula saat dibangun dan sebagian telah beralih ke fungsi lain meski bangunannya tetap yang lama. Semua bangunan ini dan tempat - tempat lainnya di Kota Magelang, ternyata telah menjadi obyek ' nostalgia ' bagi orang - orang, baik mancanegara maupun nusantara yang pernah menyaksikan Magelang 'tempo doeloe '. Bagi generasi mudanya foto dan cerita sejarah yang menggambarkan Magelang 'tempo doeloe' selalu menggugah rasa ingin tahu mereka.
Sebagian dari tempat/jalan dan bangunan lama itu baik keadaan 'tempo doeloe' maupun keadaan saat ini ternyata telah menjadi obyek wisata nostalgia yang dapat disusuri kembali lewat foto - foto dan penjelasan dalam leaflet ini. melengkapi sarana dan prasarana perkotaan. Menara air minum dibangun di tengah-tengah kota pada tahun 1918, perusahaan listrik mulai beroperasi tahun 1927, dan jalan - jalan arteri diperkeras dan diaspal.
GEDUNG BERSEJARAH
Gedung Kantor Kresidenan Kedu
Dibangun tahun 1810 dengan bangunan asli dari bambu, dipugar oleh JC Schulze atas perintah Gubernur Jendral Belanda pada tahun 1819. Gedung ' Residentielaan ' ini dilengkapi pendopo dan menghadap ke panorama Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing yang indah.
Museum Bapeka
Gedung yang terletak di sayap kiri gedung kantor Karesidenan Kedu ini dulunya dikenal sebagai ' GEDUNG ANIEM'. Mulai 1 Januari 1947 s/d 6 Nopember 1948 menjadi Gedung BPK RI yang pertama, dan setelah BPK pindah ke Yogyakarta, jadilah gedung ini sebuah museum, yaitu museum BEPEKA.
Menara Air Minum
Dibangun dipusat kota tahun 1919 - 1920 dengan beaya 550.000 gulden, untuk memenuhi kebutuhan air minum warga kota. Bentuknya khas, tingginya 121,2 m jumlah pilarnya 32 buah, mampu menampung air sebanyak 1.750.000 L.
MOSVIA
( sekarang : Kantor Mapolresta )
Dibangun oleh Pemerintah Hindia Belanda tahun 1874 pada awalnya digunakan untuk Sekolah Pegawai Pangreh Praja dengan nama MOSVIA [ Middelbare Opleiding School Voor Indlandshche Bestuur Ambtenarsh j yang dilengkapi dengan asrama di belakangnya dan gedung untuk Direktur disebelah barat gedung utama.
Jaman Jepang, MOSVIA dibubarkan dan fungsinya dialihkan menjadi Kantor Asrama PETA bentukan Jepang. Tahun 1945 - 1948 digunakan untuk SEKOLAH GURU dengan asramanya, 1948 [ Clash II ] Gedung utama oleh Belanda digunakan untuk Kantor Pengadilan dan gedung di sebelah barat untuk Kantor Assisten Residen. Desember 1948 [ penyerahan kedaulatan dari Pemerintah Belanda ], gedung di sebelah barat diserahkan kepada kepolisian RI dan saat ini digunakan untuk Kantor MAPOLRESTA.
Gereja ST.Ignatius
Bermula dari sebuah rumah yang dibeli Romo F. Voogel tahun 1890 untuk tempat ibadah umat Katholik. Dipugar tahun 1900 dengan bangunan berarsitektur Romawi, kemudian direnovasi lagi seiring nafas pembaharuan di Vatikan sehingga berbentuk seperti saat ini.
Rumah Sakit Jiwa
Rumah Sakit Jiwa [ KRANKZINNIGENGESTICHT ]dibangun tahun 1916 - 1923 dengan ciri 2 buah ' penthol ' besar di kiri kanan jalan masuk, stupa di atas bangunan gedung utama, rumah - rumah dinas yang mengapit kantor, bangsal perawatan, alat penggiling tebu, padi dan wassery.
Rumah Sakit Tentara
Rumah Sakit yang dibangun tahun 1917 sebagai tempat pelayanan militer dan umum [Belanda], tahun 1942 khusus merawat orang I tentara Jepang, diubah menjadi RS PMI Magelang [ 1945 ] diganti menjadi RSU Wates Magelang pada 1 Januari 1947. Menjadi RST Divisi III sejak diserah terimakan kepada kepala DKT Dlvisi III tanggal 1 Maret 1948. Kemudian untuk mengenang jasa Letkol dr. Soedjono yang gugur melawan Belanda, rumah sakit ini diganti namanya menjadi Rumah Sakit dr. Soedjono tanggal 1 Nopember 1973.
Sejak didirikan sampai dengan tahun 1980 kondisi bangunan Rumah Sakit tidak mengalami perubahan, baru pada tahun 1981 ada penambahan bangunan poliklinik dan UGD. Tahun 1986 penambahan kamar bedah sentral serta dibukanya pintu gerbang timur yang bertujuan tidak saja untuk melayani anggota TNI tetapi juga penderita umum.
Tempat / Bangunan lain yang masih dapat dilihat antara lain :

1. Kantor POLWIL Kedu.
Dulunya adaiah Hotel MONTAGNE [ Belanda ], berubah menjadi hotel NITAKA [ Jepang ] kemudian menjadi MARKAS RAPWI [ Recovery of Alied Prissoners of War and Interneers ] saat Jepang ditaklukkan Sekutu. Hancur saat bumi hangus pada Clash [Agresi Militer] ke II, dibangun lagi dan saat ini menjadi Kantor POLWIL KEDU.
2. HOLLANDSCHE CHINESECHE SCHOOL
[ Belanda - 1913 j menjadi MARKAS KEMPETAI ( Jepang ] saat ini digunakan oleh SMK Wiyasa. Gedung ini saksi sejarah gugurnya 5 orang pejuang yang dengan berani mengibarkan Sang Merah Putih di puncak Gunung Tidar pada 25 September 1945 jam 06.00 pagi. Tembakan bedil dari Markas Kempetai menyambut mereka yang turun bersama pemuda - pemuda yang lain dari Gunung Tidar. Kenangan kepahlawanan mereka diabadikan dalam bentuk monumen di Jalan Tidar.

KABUPATEN MAGELANG

KABUPATEN MAGELANG


DAFTAR ISI WISATA KABUPATEN MAGELANG
CANDI BOROBUDUR
CANDI PAWON
CANDI MENDUT
CANDI NGAWEN
CANDI CANGGAL
CANDI LUMBUNG
CANDI ASO
CANDI PENDEM
CANDI SELOGRIYO
PEMANDIAN KALIBENING
AIR HANGAT CANDI UMBUL
TELAGA BLEDER
KOLAM PEMBIBITAN IKAN NGRAJEG
PEMANDIAN MUDAL
TAMAN REKREASI MENDUT
TAMAN ANGGREK BOROBUDUR
AIR TERJUN SEKAR LANGIT
AIR TERJUN TLOGORERJO
JURANG JERO
LANGGAR AGUNG P. DIPONEGORO
SENI PAHAT BATU PRUMPUNG SIDOHARJO
AIR TERJUN SELOPROJO
AIR TERJUN CURUG SILAWE
AIR TERJUN KEDUNG KAYANG
DATARAN TINGGI KETEP
POS PENGAMATAM GUNUNG MERAPI


1. CANDI BOROBUDUR
Candi budha terbesar didunia yang merupakan salah satu karya master piece diantara Tujuh Keajaiban Dunia terletak di Desa Borobudur kec borobudur lebih kurang 3 km dari kota Mungkid(40km)dari Yogyakarta.Kawasan candi yang dibangun oleh Raja Samaratungga dari Dinasti Syailendra pada abad VIII saat ini telah dikelilingi kawasan taman wisata dengan berbagai daya pesona bagi para pengunjung.

2. CANDI MENDUT
candi yang terletak kurang lebih 3 km sebelum candi borobudur dari arah jogyakarta, candi ini memiliki atap yang berbentuk limas dan didalamnya terdapat patung budha yag diapit oleh dua arca.

3. TAMAN REKREASI MENDUT
Bagi pengunjung Candi Borobudur yang ingin lebih menikmati suasana santainya dapat singgah di Taman Rekreasi Mendut dalam perjalanan pulangnya karena tempat ini terletak ditepi jalan arah candi Borobudur.Fasilitas taman ini antara lain kolam renang bertaraf internasional, kolam renang anak-anak, arena bermain,lapangan tenis,mushola,cafetaria dan parkir luas.

4.TAMAN REKREASI KALIBENING
Obyek wisata Kalibening dapat dijangkau dengan mudah terletak dijalur Magelang-Semarang tepatnya di Desa Payaman kec Secang dan siap menantikan kunjungan anda.

5.TELAGA BLEDER
Obyek wisata terletak di Desa Ngasinan Kec Grabag dilereng gunung Andong tersedia aneka fasilitas rekeasi air seperti speed boat, sampan,sepeda dan becak air.Pengunjung dapat memanjakan kesenangannya akan rekreasi air sambil menikmati sejuknya hawa pegunungan serta panorama alam yang indah.

6. SEKARLANGIT
Obyek wisata berupa air terjun dengan ketinggian 25 m. Yang terletak didesa Tlogorejo kec.Grabag merupakan tempat yang sangat mengasyikkan bagi kawula muda dengan suguhan panorama alam gunung Andong dan Telomoyo serta bumi perkemahan yang ditunjang dengan hawa menyegarkan.

7. CURUG SILAWE
Air terjun yang terletak dilereng gunung Sumbing dengan ketinggian 50 m.Terletak di Desa Sutopati Kec Kajoran. Selain dapat menikmati sejuknya hawa pegunungan juga dapat disaksikan panorama indah berupa hamparan hutan pinus.

8.ARUNG JERAM
Arung Jeram Citra Elo merupakan petualangan alam/tantangan untuk menghilangkan kejenuhan dalam kehidupan sehari-hari bagi wisatawan dapat melihat pemandangan alam,sungai sepanjang 12 km.Terletak di Desa Progowati kec Mungkid 3 km sebelum Candi Borobudur.

9.GARDU PANDANG KETEP
Terletak 21 km dari Kota Mungkid berada didesa Ketep Kec Sawangan jalur Solo-Selo-Borobudur. Dari gardu pandang ini wisatawan bisa melihat pemandangan gunung Merapi, Merbabu, Sumbing, Sindoro, Tidar, Andong dan Pegunungan Menoreh serta hamparan lahan pertanian. Dari tempat ini bisa melihat luncuran lahar panas gunung Merapi. Fasilitas yang dapat ditemui antara lain areal parkir, kamar mandi/wc, gasebo,audiovisual/ home theatre, kios cinderamata/makanan.

10. MUSIUM WIDAYAT
Terletak dijalur borobudur taman rekreasi mendut. musium ini merupakan koleksi lukisan almarhum h.widayat yang dilengkapi patung-patung dan dibelakangi gedung/halaman dapat dijumpai beberapa tanaman langka.

11. TAMAN ANGGREK
terletak didepan taman rekreasi mendut dilengkapi dengan loboratorium pembibitan bunga anggrek, greenhouse dan dipersiapkan penjualan bunga anggrek potong, tanaman anggrek, bibit bunga anggrek dan tanaman hias lainnya.

12. CANDI PAWON
bangunan suci budha yang disebut dalam prasasti karang tengah 824 m didukung letaknya yang segaris dengan candi mendut dan candi borobudur.terletak di desa brajanalan kec. borobudur.

13. PEMANDIAN AIR HANGAT CANDI UMBUL
terletak di dusun candi umbul desa kartoharjo kec. grabag. obyek wisata peninggalan dinasti syailendra sampai saatnya masih dipercaya bisa membuat seseorang tambah cantik bila berendam ditempat tersebut karena airnya mengandung zat saprophyl

14. CANDI SELOGRIYO
terletak pada kaki bukit condong berbatasan dengan bukit giyanti.secara keseluruhan terletak dilereng bukit sukorini sebelah timur gunung sumbing di kec.windusari.merupakan bangunan tunggal,memiliki bentuk tidak berbeda dengan candi-candi hindu lainnya.

15. AIR TERJUN KEDUNGKAYANG
terletak dijalur blabak-boyolali ketinggian kurang lebih 40 m.dilereng gunung merapi tepatnya di desa wonolelo kec. sawangan kurang lebih 19 km dari blabak

16. MAKAM PANGERAN SINGOSARI ( KYAI RADEN SANTRI ) GUNUNG PRING
terletak di bukit gunungpring kec. muntilan ketinggian 400 meter diatas permukaan laut 1km. selatan muntilan.obyek wisata ziarah makam keluarga pangeran singosari mataram keturunan raja majapahit putra kiageng pemanahan generasi ke VI (enam) prabu brawijaya V.