Saturday, November 19, 2005

Bogor - Wisata

Objek Wisata

1. Batu Tulis Lokasi: Jl. Batutulis No. 54
2.
Istana Bogor Lokasi: Jl. Ir. H. Juanda No. 1
3.
Kapten Muslihat Plaza Lokasi: Jl. Kapt. Muslihat No. 51
4.
Kebun Raya Bogor Lokasi: Jl. Ir. H. Juanda No. 13
5.
Museum Etno Botani Lokasi: Jl. Ir. H. Juanda No. 24


Batu Tulis
Lokasi: Jl. Batutulis No. 54
Prasasti ini merupakan peninggalan jaman Kerajaan Pajajaran dan bertuliskan huruf kawi Bahasa Jawa Kuno yang dibuat oleh seorang putera Raja Pajajaran yaitu Raja Surawisesa pada tahun (1521 ? 1535). Prasasti ini adalah tempat untuk melakukan upacara penobatan Raja-raja Pajajaran dibawah kekuasaan Prabu Siliwangi (1482 ? 1521).
Buka jam 08.00 WIB s/d jam 16.00 WIB setiap hari Senin s/d Sabtu.

Kapten Muslihat Plaza
Lokasi: Jl. Kapt. Muslihat No. 51
Sebagai tempat rekreasi dan hiburan untuk umum dilengkapi dengan berbagai jenis mainan Anak-anak, toko cinderamata, rumah makan dengan berbagai hidangannya dan secara berkala menyajikan pentas musik.

Kebun Raya Bogor
Lokasi: Jl. Ir. H. Juanda No. 13
Didirikan pada tahun 1817 dengan luas areal 87 Ha, atas prakarsa Prof. Dr. Reinwadt, seorang ahli botani.
Koleksi yang terdapat di Kebun Raya Bogor terdiri dari 20.000 tanaman yang tergolong dalam 6.000 species. Salah satu koleksi yang sangat menarik adalah pohon kelapa sawit tertua di Asia Tenggara yang berasal dari Afrika. Tidak jauh dari pintu gerbang Kebun Raya terdapat tugu peringatan yang didirikan oleh Rafles bagi istrinya Olivia Maria yang meninggal pada tahun 1814.Buka setiap hari Senin s/d Minggu.

Istana Bogor
Lokasi: Jl. Ir. H. Juanda No. 1
didirikan pada tahun 1745 oleh Gubernur Jendral Hindia Belanda bernama Baron Gustaf Willem Van Imhoff sebagai tempat peristirahatan yang diberi nama Buitenzorg.
Pada tahun 1950 statusnya berubah menjadi Istana Kepresidanan Republik Indonesia.Istana Bogor seringkali digunakan untuk kegiatan konfrensi tingkat Internasional serta berbagai kegiatan kenegaraan.

Museum Etno Botani
Lokasi: Jl. Ir. H. Juanda No. 24
didirikan pada tahun 1982 oleh Prof DR. B. J. Habibie. Didalamnya memperagakan pemanfaatan tumbuhan Indonesia dan koleksi fosil kayu, tumbuh - tumbuhan yang dipergunakan untuk membuat obat tradisional seperti jamu yang dilengkapi dengan peragaan cara pembuatannya serta peragaan
pemanfaatan kulit kayu sebagai bahan pembuatan pakaian orang Dayak di Kalimantan.Terdapat pula koleksi daun-daun yang telah diawetkan.Buka setiap hari Senin s/d Jumat jam 08.00 ? 16.00 WIB.

Museum Perjuangan
Lokasi: Jl. Merdeka No. 56 Bogor.
Didirikan pada tahun 1957 sebagai tempat penyimpanan macam- macam senapan yang digunakan para pejuang kemerdekaan dan senapan yang merupakan hasil rampasan dari tentara Jepang dan Inggris.
Museum ini dilengkapi dengan diorama perjuangan di daerah Bogor dan sekitarnya.

Museum Peta
Lokasi: Jl Jend. Sudirman No. 35
Didirikan pada tahun 1996 oleh Yayasan Perjuangan Tanah Air, dan diresmikan oleh H.M. Soeharto (Presiden RI ke II didalamnya memuat 14 Diorama, sebagai salah satu bentuk perwujudan dalam perjalanan proses pergerakan kebangsaan terjadi ketika pada tanggal 3 Oktober 1943 bertempat di bekas Kesatrian tentara KNIL/Belanda, Pabaton Bogor, sekarang menjadi Jl. Jend. Sudirman diselenggarakan pendidikan Perwira Tentara Sukarela Pembela Tanah Air merupakan tentara kebangsaan yang oleh pemimpin-pemimpin pergerakan kebangsaan Indonesia pada waktu itu dipersiapkan untuk menjadi Tentara Kebangsaan dari Negara Indonesia Merdeka.
Di kota Bogor inilah pertama kali diselenggarakan pembentukan Taruna-taruna yang kemudian melahirkan Perwira-perwira Tentara Sukarela Pembela Tanah Air, tentara kebangsaan Indonesia. Di Bumi Prajurit Pabaton Bogor inilah telah dibangkitkan jiwa keprajuritan kebangsaan Indonesia, telah menggerakkan setiap perwira tentara sukarela pembela tanah air untuk dikemudian hari berperan didalam gerakan persiapan Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia sampai pada pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR) yang menjadi cikal bakal Tentara Nasional Indonesia.

Museum Tanah
Lokasi: Jl. Ir. H. Juanda No. 98 Bogor
Didirikan pada tanggal 29 September 1988, semula adalah Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat didirikan Tahun 1905. Musieum Tanah ini merupakan tempat penyimpanan model / contoh tanah sebagai koleksi berbagai macam tanah di Indonesia. Tanah yang disimpan diusahakan sama keadaannya seperti di lapangan dan disajikan dalam ukuran kecil berupa makromonolit. Maksudnya untuk memberikan gambaran keadaan tanah, tanpa harus pergi kelapangan tempat tanah tersebut berasal.Buka jam 08.00 s/d 14.00 WIB setiap hari senin s/d Jumat.

Museum Zoologi
Lokasi: Jl. Ir. H. Juanda No. 9
Didirikan pada tahun 1894 dengan nama Museum Zoologicum Bogoriensis, yang merupakan bagian dari Lands Plantentuin. Semula bagian ini berfungsi sebagai laboratorium Zoologi, tempat menelaah hama pertanian dan perkebunan.
Koleksi yang terdapat dalam museum ini meliputi ribuan bahkan puluhan ribu species binatang Mamalia, Serangga, Reftilia, Burung, Ikan dan Moluska. Museum ini memiliki luas areal 1.500 m.Buka setiap hari jam 08.00 WIB sampai dengan jam 16.00 WIB.

Rancamaya
Lokasi: Jl. Rancamaya Utama Ciawi-Bogor
Dilokasi Wisata olahraga ini bukan cuma keindahan yang bisa dinikmati, tetapi tentunya juga udara segar dan sehat. Hiruplah oksigen segar alami di Rancamaya Golf dan bila ingin beristirahat untuk sekedar melepas lelah, tersedia beberapa buah Villa serta rumah makan yang menyajikan berbagai hidangan lezat yang cocok untuk udara yang sejuk.

Situ Gede
Lokasi: -
Kawasan Situ Gede merupakan suatu kawasan yang masih bersuasana alam pedesaan atau perkampungan. Air danau yang membentang lebar dengan latar hutan yang rindang, membuat tempat tersebut berpotensi sebagai obyek wisata alam. Terletak di Desa Situ Gede Kec. Kota Bogor Barat, dekat dengan Lembaga Penelitian Hutan Tropis (CIFOR).

Benda Cagar Budaya

Batutulis
Lokasi: Jl. Batutulis
Batu bertulis ini dibuat semasa pemerintahan Surawisesa (tahun 1521 s/d 1535) satu diantara putera dari Prabu Siliwangi Raja Pajajaran. Di komplek Batutulis Nomor 54 terdapat 15 buah batu terasit yang terdiri dari 6 buah batu di dalam cungkup, satu buah di luar teras cungkup, 2 buah di serambi dan 6 buah di halaman.

Gedung Bakorwil
Lokasi: Jl. Ir. H. Juanda
Gedung Bakorwil didirikan pada sekitar abad XIX dengan fungsi sebagai Keresidenan Hindia Belanda. Gedung ini memiliki bentuk bangunan Kolonial Belanda.

Gedung Balaikota
Lokasi: Jl.Ir. H. Juanda No.10
Berdiri tahun 1950 dengan nama Societeit, bentuk bangunan gaya Kolonial Belanda. Gedung Balaikota telah mengalami renovasi dan penggabungan gaya arsitektur Sunda dan Eropa. Sekarang gedung ini berfungsi sebagai Kantor Pemerintah Kota Bogor.

Gedung ex-BPN
Lokasi: Jl. Jalak Harupat
Gedung bekas Kantor BPN didirikan pada tahun 1938. Gedung ini memiliki bentuk bangunan gaya Kolonial Belanda.

Gedung Korem
Lokasi: Jl. Merdeka

Gedung Pusat Penelitian Karet
Lokasi: Taman Kencana

Gereja Katedhral
Lokasi: Jl. Kapten Muslihat
Gereja Katedhral didirikan pada tahun 1750 dengan gaya Gereja Katolik Roma, berfungsi sebagai tempat peribadatan agama Katolik. Gereja ini memiliki gaya bangunan Eropa.

Gereja Zebaoth
Lokasi: Jl. Ir. H. Juanda
Gereja Zebaoth didirikan pada tahun 1761-1808 sebagai Gereja Protestan Hindia Belanda pada masa Mossel dan Daendels. Gereja Zebaoth merupakan bangunan bergaya Eropa.

Hotel Salak
Lokasi: Jl. Ir. H. Juanda
Hotel Salak didirikan pada tahun 1870-1880 dengan nama Hotel Dibbets. Gedung ini telah mengalami renovasi dan berubah menjadi Hotel Salak. Adapun bentuk bangunannya bergaya Kolonial.

Istana Bogor
Lokasi: Jl. Jenderal Sudirman No. 1
Istana Bogor terletak di pusat Kota Bogor, diatas tanah seluas sekitar 28 hektar yang ditumbuhi oleh kira-kira 100 buah pohon besar dengan halaman rumput yang membentang luas hidup bebas ratusan ekor rusa. Lokasi ini pada tahun 1745 dipilih oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda sebagai tempat pesanggrahan, yang dalam perkembangannya kini disebut Istana Bogor.

Klenteng Hok Tek Bio
Lokasi: Jl. Suryakencana
Klenteng Hok Tek Bio didirikan pada tahun 1672 dan berfungsi sebagai tempat peribadatan pemeluk agama Konghucu. Klenteng ini merupakan Klenteng pertama di Bogor dan memiliki bentuk bangunan bergaya khas China.

Makam Raden Saleh
Lokasi: Jl. Pahlawan
Raden Saleh Syarif Bustaman adalah seorang pelukis Indonesia modern. Lahir di Terboyo, Semarang pada tahun 1814 dan meninggal pada tahun 1880 dan dimakamkan di Kota Bogor tepatnya di Jalan Pahlawan. hasil karyanya sangat terkenal ke mancanegara, satu diantaranya adalah lukisan berburu singa.

Mesjid Empang
Lokasi: Jl. Raya Empang
Mesjid Empang ( Mesjid An Nur Tauhid ) berdiri tahun 1815, mempunyai fungsi sebagai tempat peribadatan. Mesjid ini memiliki bentuk bangunan gaya Timur Tengah.

Museum Peta
Lokasi: Jl. Jenderal Sudirman

Museum Zoologi
Lokasi: samping Kebun Raya
Museum Zoologi pada mulanya berfungsi sebagai laboratorium tempat menelaah hama pertanian dan perkebunan. Didirikan pada tahun 1894 dengan nama Museum Zoologicum Bogoriensis. Koleksi yang terdapat dalam museum ini meliputi ribuan spesies binatang Mamalia, Serangga, Reptilia, Burung, Ikan dan Moluska.

Stasiun Bogor
Lokasi: Jl. Nyi Raja Permas
Stasiun Kereta Api Bogor berdiri tahun 1881. Gedung ini memiliki bentuk bangunan khas Kolonial Belanda.
Kerajinan

Batu Gading
Lokasi: Jl. Baru Telp. 242 972

Boneka Kain
Lokasi: Jl.A.Yani II No. 12 Bogor (0251)378585

Frame Wayang
Lokasi: Jl.Paledang Bogor dan Jl. Eboni
Frame Wayang adalah salah satu produk kerajinan untuk cindramata dengan disertai tokohnya.

Gong Home
Lokasi: Jl. Pancasan No. 17
Gong Home merupakan salah satu produk kerajinan gong alat musik tradisional kesenian Sunda dan dapat dibuat sebagai hiasan.

Kenari
Lokasi: Pulo Empang Telp. 316 129

Perak dan Kuningan
Lokasi: Jl.Bondongan

Produk Bordir
Lokasi: Jl. Raya Tajur Telp. 240235
Dengan desain dan bahan yang berkualitas menjadikan produk ini sangat diminati masyarakat terutama oleh ibu-ibu rumah tangga. Harga produk bordir ini disesuaikan dengan bahan dan kualitas

Sepatu Sandal
Lokasi: Jl. Raya Ciapus Bogor

Showroom Dewan Kerajinan Nasional
Lokasi: Plaza Jambu Dua Blok B II No 2

Tas Imitasi/Kulit
Lokasi: Jl.Raya Tajur

Wayang Duduk
Lokasi: Jl.Paledang

1 Comments:

Anonymous Anonymous said...

Creator of Wikis leaving Microsoft
The inventor of the online collaboration tools known as Wikis has left software giant Microsoft Corp.
I was just searching blogs and found yours. I like it!

Sonny M.

If you have a moment, please visit my site on eliminate clinical depression...I think you'll find it interesting. It pretty much covers eliminate clinical depression related stuff.

Come and check it out if you get time :-)

9:48 AM  

Post a Comment

<< Home