Sunday, November 20, 2005

KOTA SEMARANG

KOTA SEMARANG


Propinsi Jawa Tengah yang merupakan salah satu Daerah Tujuan Wisata ( DTW ) Propinsi di Indonesia, memiliki keanekaragaman daya tarik wisata baik yang bersifat budaya maupun alam, dan lokasinya tersebar di 35 Kab/ Kota. Salah satu daya tarik budaya yang banyak dikenal di Jawa Tengah adalah peninggalan situs-situs kepurbakalaan dalam bentuk bangunan-bangunan candi pada masa kejayaan kerajaan Hindu-Budha. Selain itu terdapat pula peninggalan kejayaan kerajaan Islam dan Jawa, berupa bangunan-bangunan Keraton/Istana dan Mesjid serta Makam Raja-Raja dan Wali penyebar agama Islam di Jawa Tengah. Di Jawa Tengah dapat pula dikunjungi daerah wisata pegunungan berhawa sejuk, yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan-kegiatan mendaki gunung, berkemah, penjelajahan lembah, gunung dan hutan. Disamping itu dapat dikunjungi taman-taman rekreasi pantai, goa-goa alam, air terjun, taman laut dan lain-lain.
Jawa Tengah dikenal juga sebagai penghasil produk tekstil batik dan tenun dengan kwalitas bahan dan motif desain yang indah, baik yang bernuansa tradisional maupun kontemporer. Karya seni ukiran Jepara juga merupakan produk industri kerajinan yang terkenal di Jawa Tengah.
Produk cenderamata khas lainnya dapat pula dibeli untuk buah tangan bila anda berkunjung ke Jawa Tengah, misalnya kerajinan kuningan, pahat batu, keramik, tatah sungging wayang dan lain-lain. Selain itu, anda dapat berbelanja aneka ragam makanan khas antara lain Wingka Babat, Bandeng Presto, Kacang Dieng, Keripik Jamur, Carica Kawis dan lain-lain.



WISATA KOTA SEMARANG

Kota Semarang sebagai daerah tujuan wisata memiliki obyek wisata andalan antara lain:

Tugumuda
Adalah monumen bersejarah yang terletak di tengah kota. Monumen ini dibangun guna mengenang para pahlawan yang telah gugur dalam Pertempuran Lima Hari di Semarang pada tanggal 14 - 19 Oktober 1945 melawan Tentara Jepang, dimana dalam pertempuran ini banyak para pemuda-pemuda Semarang banyak yang gugur. Monumen ini dibuat berbentuk lilin pada kaki-kakinya terdapat beberapa relief yang menggambarkan penderitaan rakyat pada masa itu.
Monumen ini diresmikan pada tanggan 20 Mei 1953 oleh Presiden Republik Indonesia Soekarno
Simpang Lima, dalam radius 1 km tempat wisata ini mudah dijangkau dari penjuru kota, tempat ini terletak di tengah kota di persimpangan Jl. Pahlawan, Jl. Pandanaran, Jl. Gajahmada, Jl. KH.Achmad Dahlan dan Jl. A. Yani.

Taman Budaya Raden Saleh (TBRS)
Yaitu sebuah taman wisata yang terletak di pusat kota, tepatnya di Jalan Sriwijaya No. 29 Semarang dengan luas lahan 89.926 m2. Selain terletak pada posisi strategis, taman ini memiliki kontur tanah dan pepohonan tua dan rindang yang bila ditata dan dikelola secara professional akan menjadi salah satu sarana rekreasi yang layak jual dan berpotensi menarik minat wisatawan. Manajemen TBRS sampai saat ini terkesan belum memiliki konsep yang jelas, atau setidaknya belum tersentuh arsitektur yang memiliki daya tarik.
Infrastruktur dan isi taman tersebut selain tidak terawat, juga belum memilki karakteristik yang dapat menggambarkan sebuah kawasan wisata yang layak dinikmati. Karena itulah agar taman tersebut dapat memiliki nilai tambah ( added value ) dan nilai jual, maka perlu dilakukan penataan ulang kawasan TBRS dengan konsep yang jelas dan terpadu yang sesuai dengan kontur lahan yang ada.

Taman Lele
Taman Lele mempunyai luas ± 22.173 m2 merupakan asset yang dimiliki Kota Semarang, terletak lebih kurang 7,5 km dari pusat kota, berada di tepi jalan raya (Mangkang) menuju kota Jakarta.
Selain terletak pada posisi strategis, taman ini memiliki kontur tanah dan pepohonan yang apabila ditata dengan terencana akan menjadi salah satu sarana rekreasi yang layak dijual dan ber potensi menarik minat wisatawan. Sampai saat ini obyek wisata Taman Lele dalam pengelolaannya masih belum memiliki konsep yang jelas. Hal ini setidaknya terlihat pada land scape yang belum tersentuh oleh arsitektur yang memiliki daya tarik. Infrastruktur dan isi taman ini selain kurang terawat juga kurang terfokus, kondisi ini mengakibatkan Taman Lele tidak memiliki karakteristik yang dapat menggambarkan sebuah kawasan wisata yang layak dilihat dan dinikmati.

Obyek wisata alam Goa Kreo
Obyek wisata alam Goa Kreo terletak di Dukuh Talun Kacang, Kelurahan Kandri Kecamatan Gunungpati + 13 km dari Tugumuda ke arah Selatan, berada di lereng bukit dengan ketinggian 350 di atas permukaan air laut . Pemandangan Sawah Disekitar Goa Kreo ini terdapat hamparan sawah yang luas, tebing-tebing curam penuh pepohonan dan sungai jernih berbatu sehingga tercipta panorama yang indah. Untuk mencapai mulut Goa ini harus menuruni anak tangga yang cukup banyak. Menurut legenda Goa Kreo merupakan petilasan Kanjeng Sunan Kalijaga. Ketika mencari kayu Jati untuk membangun masjid Demak, beliau singgah di Goa ini. Kera-kera Diceritakan pada waktu itu beliau (Sunan Kalijaga ) dibantu empat ekor kera yang konon merupakan cikal bakal kera-kera yang hidup di Goa Kreo, sekarang berjumlah sekitar 300 ekor.
Disekitar Goa ini juga terdapat rumpun bambu kerincing yang dipercaya tumbuh dari bekas tusuk sate yang disajikan pada saat Sunan Kalijaga mengadakan selamatan. Daun bambu ini berbau daging kambing. Tanaman Langka Selain bambu kerincing disekitar Goa Kreo tumbuh pula bermacam-macam tanaman langka antara lain : Pohon beracun, sesambi/kucacil, lanji/wilikukur, kepoh atau jangkang, iwil-iwil dan kemloko. Disebelah Utara Goa Kreo terdapat air terjun yang berasal dari berbagai sumber mata air yang jernih dan tidak mengenal kemarau. Untuk sampai di air terjun ini harus melalui tangga yang curam. Disamping memiliki pemandangan yang indah Goa Kreo juga dilengkapi sarana-sarana lain seperti : tempat bermain yang dilengkapi dengan beberapa mainan anak seperti ayunan, papan luncur dll.

Museum Nyonya Meneer
Museum ini didirikan pada tanggal 18 Januari 1984 menyimpan berbagai koleksi benda budaya tentang jamu. Terletak di Jl. Kaligawe - Semarang

Museum Rekor
Museum ini menyimpan /mengoleksi Catatan Rekord maupun prestasi luar biasa yang dimiliki oleh orang-orang Indonesia. Terletak di Jl. Setiabudi No.179 Semarang

Pantai Marina
Terletak di bagian Utara Kota Semarang, berdekatan dengan Kawasan Pekan Raya Promosi dan Pembangunan ( PRPP ) Jawa Tengah dan Puri Maerokoco ( Taman Miniatur Jawa Tengah ). Di Pantai ini terdapat Kolam Renang, Sky Air dan Speed Boot serta keindahan suasana Pantai.

Puri Maerokoco
Puri ini merupakan miniatur Jawa Tengah yang terletak di jalan Tawang Mas Semarang, dekat dengan PRPP.

Agro Sodong
Agro Sodong terletak di Kelurahan Purwosari Kecamatan Mijen ini pada konsep awalnya dimaksudkan sebagai langkap antisipatif terhadap kecenderungan kebutuhan wisatawan untuk kembali kepada keadaan alami (back to nature). Lokasi agro ini meliputi dataran rendah dan perbukitan dengan ketinggian 220 - 300 m/ DPL, sedangkan kondisi tanah ¾ relief kasar dan kemiringan 15 - 16 %, ¾ Latosol coklat dan sebagian mediteran coklat tua.
Luas kawasan areal agro ini adalah seluruh Kelurahan Purwosari yakni ± 152.570 ha dengan pembagian tanah menurut penggunaannya untuk persawahan, tegalan pekarangan dan lain-lain. Sedangkan asset yang dimiliki Pemerintah Kota Semarang adalah berupa tanah eks bengkok seluas ± 40 ha dengan lokasi tersebar diarea tersebut. Banyak pemandangan ( spot ) yang menarik di kawasan Agro Sodong ini. Dilihat dari Dukuh Sodong / Pintu Gerbang Tambangan dapat dilihat hamparan persawahan yang luas dengan teraseringnya yang dilatar belakangi kaki Gunung Ungaran serta nuansa pedesaan yang alami. Dilihat dari Open Theatre Dukuh Gilisari dapat dilihat hijaunya hutan jati dan karet.

1 Comments:

Anonymous Anonymous said...

Many heard the call of the Rooster...the response has been astounding
We've had a wonderful response to the Call of the Rooster, an idea to create a debate society in San Francisco to serve "north Silicon Valley"--twenty years on from the founding of the Churchill Club in Palo ...
If you go to http://www.marcella.cc you can read the first chapter for free.

11:40 AM  

Post a Comment

<< Home