Sunday, November 20, 2005

Profol Jogja 2

Secara lebih terperinci, obyek-obyek tersebut digolongkan dalam tiga kategori,
(1) Obyek Wisata Alam, yang berupa obyek wisata pantai, pegunungan, dan goa,
(2) Obyek Wisata Sejarah, yang berupa peninggalan sejarah kerajaan, petilasan, pemakaman, candi, dan lain sebagainya. Sebagai contoh, Kraton Yogyakarta, Tamansari (Water Castle), Makam Imogiri (makam raja-raja Mataram), Candi Prambanan, Candi Kalasan, Petilasan Ratu Boko, dan lain-lain,
(3) Obyek Wisata Budaya, yaitu berupa obyek budaya publik yang sampai kini masih terpelihara, baik yang berujud kesenian maupun adat istiadat, seperti Sendratari Ramayana, Wayang Kulit, Wayang Golek, Sekaten, Grebeg Maulud, Grebeg Syawal, Grebeg Besar, dan Labuhan.
Di samping itu ada beberapa potensi obyek wisata yang masih dalam pengembangan yang tersebar di setiap Dati II, yaitu :

1. Obyek Wisata Alam
o Kabupaten Bantul
Goa Selarong, Pantai Pandansimo, Pantai Pandanpayung, Pantai Samas, Gunung Pasirlanang, Pantai Parangtritis, Pantai Parangkusumo, Pantai Parangwedang.
o Kabupaten Kulonprogo
Goa Kiskendo, Pegunungan Samigaluh, Gunung Gajah, Sendangsono, Pantai Congot, Pantai Pasir Mendit, Pantai Dukuh Bayeman, Pantai Palihan, Pantai Glagah, Pantai Dukuh Trukan, Pantai Pandan Segegek
o Kabupaten Gunungkidul
Goa Girijati, Goa Langse, Goa Grengseng, Goa Ngluaran, Goa Parang Kencono, Pemandangan Ereng, Gunung Batur, Gunung Gambar, Lokasi Olahraga Layang Gantung (bukit Kecamatan Pathuk dan Kecamatan Panggang), Hutan pendidikan Wabagama, Hutan Bunder, Pantai Langkap, Pantai Butuh, pantai Baron, Pantai Slili, Pantai Krakal, Pantai Sungap, Pantai Wediombo, Pantai Sadeng, Pantai Ngongap
o Kabupaten Sleman
Lereng Gunung Merapi

2. Obyek Wisata Buatan
o Kotamadya Yogyakarta
Benteng Vrederburg, peninggalan-peninggalan kraton seperti Panggung Krapyak, Kraton Pakualaman, Makam Kotagede
o Kabupaten Bantul
Makam Imogiri
o Kabupaten Gunungkidul
Situs Sokoliman, Situs Mangunan, Situs Beji, Situs Ngluweng, Candirejo, Candi Risan
o Kabupaten Sleman
Candi Gebang, Candi Sambisari, Candi Banyunibo, Petilasan Ratu Boko, Candisari Sokogedhug, Candi Ijo, Candi Prambanan, Candi Kalasan

3. Kesenian dan Tradisi
o Kotamadya Yogyakarta
Wayang kulit, wayang golek, wayang klitik, wayang wong, kesenian tari, tari klasik, tari modern, seni Tayub, Ketoprak, Serandul, upacara siraman pusaka kraton, upacara Sekaten, kuda lumping
o Kabupaten Bantul
Obyek wisata kesenian dan tradisiJathilan, Gejok Lesung, Kethoprak, upacara Rebo Wekasan, upacara Kupatan Jolosutro, upacara labuhan
o Kabupaten Kulonprogo
Upacara adat Labuhan (oleh keluarga Pakualaman)
o Kabupaten Gunungkidul
Jathilan, Gejog Lesung, Reyok, Kethoprak, Upacara Rebo Wekasan, upacara Kupaten Jolosutro, upacara Labuhan, upacara Bersih Telaga
o Kabupaten Sleman
Kesenian Angguk, Jathilan, Badui, Wayang Kulit

4. Peninggalan Sejarah Perjuangan dan Monumen
Petilasan Sunan Kalijogo, Petilasan Ki Ageng Pemanahan, Monumen Gelaran, Monumen Stasiun Radio AURI, Rute Gerilya Jendral Sudirman, Makam Nyi Ageng Serang, Makam Girigondo, Monumen Yogya Kembali.
5. Museum
Museum Sonobudoyo, Museum Pangeran Diponegoro Wirotomo, Museum Angkatan Darat, Museum Perjuangan, Museum Biologi UGM, Museum Khusus Dirgantara, Museum Dewantoro Kirti Griya, Museum Affandi, Museum Kraton, Benteng Vrederburg.

Selayang Pandang
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merupakan propinsi terkecil kedua setelah propinsi DKI Jakarta dan terletak di tengah pulau Jawa, dikelilingi oleh propinsi Jawa Tengah dan termasuk zone tengah bagian selatan dari formasi geologi pulau jawa.Di sebelah selatan propinsi terdapat garis pantai sepanjang 110 km berbatasan dengan Samudera Indonesia, di sebelah utara menjulang tinggi gunung berapi paling aktif di dunia Merapi (2.968 m). Luas keseluruhan Propinsi DIY adalah 3.185,8 km dan kurang dari 0,5 % luas daratan Indonesia. D isebelah barat mengalir sungai Progo, yang berawal dari Jawa Tengah, dan sungai Opak di sebelah timur yang bersumber di puncak gunung api Merapi, yang bermuara di laut Jawa sebelah selatan.
Ibukota propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta adalah Yogyakarta, sedangkan kota-kota yang terdapat dalam wilayah propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta adalah bantul, Wates, Sleman, Wonosari. Secara administratif DIY dibagi dalam 1 (satu) kota dan 4 (empat) kabupaten, dimana Yogyakarta membentuk kesatuan adiministrasi tersendiri.
Jarak ke ibu kota negara, Jakarta adalah 600 km, sedangkan kota-kota besar yang dekat adalah Semarang di Jawa Tengah ( 120 km)dan Surabaya di Jawa Timur (320 km)
Komoditi Unggulan
Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki 14 produk unggulan :
Kerajinan Batik
Kerajinan Anyaman Pandan
Tekstil
Kerajinan Anyaman Bambu
Garmen
Kerajinan Kulit
Kerajinan Perak
Sarung Tangan
Kerajinan Kayu
Kulit disamak
Mebel / Furniture
Kerajinan Gerabah
Kerajinan Batu Putih
Jamur Merang dalam kaleng

Batik (Batik)
Yogyakarta, dikenal sebagai kota batik, baik motif batik klasik maupun modern. Ada 400 motif batik khas Yogyakarta,
Motif batik klasik :
Motif Perang
Motif Geometri
Motif Banji
Motif Tumbuhan Menjalar
Motif Tumbuhan Air
Motif Bunga
Motif Satwa dalam alam kehidupan dan lain-lain
Industri batik bisa ditemui di wilayah DIY
Kota
Tirtodipuran, Panembahan, Prawirotaman

Bantul
Wijirejo, Wukirsari dan Murtigading

Kulonprogo
Hargomulyo, Kulur dan Sidarejo

Gunungkidul
Nitikan dan Ngalang

Textil (Textile)
Tekstil adalah industri pembuat kain lembaran yang bisa dikategorikan pembuat bahan baku untuk perusahaan pakaian jadi. Tekstil termasuk penyumbang pendapatan asli daerah terbesar, tekstil menduduki posisi ini karena perusahaan tekstil menyuplai produknya tidak hanya untuk diekspor melainkan juga disuplai di dalam negeri sendiri dan juga ke berbagai perusahaan pakaian jadi di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakartra.

Pakaian Jadi (Garment)
Produk pakaian jadi dari Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta telah memberikan andil yang cukup besar dalam mendukung konveksi sebagai komoditi andalan nasional. Potensi tenaga kerja yang berketrampilan dan keberadaan pabrik-pabrik tekstil serta beranekaragam bahan tekstil, memberikan dukungan berkembangnya industri pakaian jadi di Yogyakarta.

Batu Putih (Limestone)
Industri kerajinan batu putih di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada dewasa ini mengalami peningkatan yang cukup pesat, terbukti dengan mulai banyak bermunculan workshop-workshop kecil batu putih di Yogyakarta.


Mebel (Furniture)
Mebel juga mengalami perkembangan yang pesat dan seolah tidak mau kalah dengan perkembangan industri kayu. Mebel yang dihasilkan beragam bentuk dan modelnya baik jenis repro maupun desain baru dengan berbagai fungsi dan kegunaan yang mempunyai daerah pemasaran luas ke seluruh dunia.

Perak (Silver)
Produksi kerajinan perak di Yogyakarta hanya dapat ditemui di daerah Kotagede, dan ketenaran Kotagede sendiri sudah mendunia, maka tidak mengherankan jika Kotagede menjadi alah satu objek dan daya tarik wisata tersendiri bagi wisatawan manca negara maupun domestik.

Gerabah (Earthenware)
Upaya penganekaragaman produk berkembang pesat sehingga barang kerajinan gerabah yang dihasilkan tidak hanya benda-benda fungsional yang beraneka ragam dan benda-benda yang diminati oleh berbagai kalangan khususnya kalangan menengah keatas.


Kerajinan Kayu (Wooden Craft)
Kerajinan pada asal mulanya hanya diproduksi untuk memenuhi kebutuhan alat-alat rumah tangga dan alat-alat dapur, atpi seiring dengan perkembangan jaman maka kerajinan berbahan baku kayu mengalami pengembangan fungsi dan nilai yang besar, misalnya bebagai benda hias.


Anyaman (Plaited Product)
Kerajinan yang perkembangannnya mengalami peningkatan yang pesat dan diminati oleh berbagai kalangan baik dalam maupun luar negeri adalah kerajinan anyaman serat alam. Berbagai bahan dari serat alam seperti mendong, gebang, serta agel dan gedebog pisang sangat menarik untuk dibuat kerajinan. Jenis barang kerajinan yang terbuat dari bahan baku tersebut antara lain berbagai tas, taplak meja, perlengkapan meja makan bahkan hingga kotak pakaian dan benda fungsional lainnya.Kerajinan anyam-anyaman pada awalnya hanya terbatas pada hobi yang kemudian terus berkembang pesat pada bahan-bahan lain terutama serat tumbuh-tumbuhan, seperti : sisal, pandan, mendong, serta agel dan lain-lain. Para pengusaha dan pengrajin yang memproduksi barang kerajinan ini sebagian besar di daerah Kulon Progo, namun ada juga yang di daerah Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta.

Sentra Industri / Industrial Center

Perak / Silver
Kecamatan Kotagede, Kota Yogyakarta

Batik / Batik
Desa Wijirejo dan Wukirsari, Kab. Bantul

Kerajinan Kayu / Woodcraft
Kerajinan Kayu Putat, Gunungkidul
Kerajinan Kayu Pucung, Bantul
Kerajinan Kayu Pajangan, Bantul

Pakaian Jadi / Garment
Mlangi, Kab. Sleman
Purbayan, Kotagede, Yogyakarta
Imogiri, Kab. Bantul

Anyaman / Plaited Material
Moyudan, Kab. Sleman
Minggir, Kab. Sleman
Muntuk, Kab. Bantul
Ngawen, Kab. Gunungkidul

Kerajinan Gerabah / Eartheware Vessel
Kasongan, Kab. Bantul
Pundong, Kab. Bantul



KOTA PERJUANGAN
Pada awal Agustus 1945 Jepang bertekuk lutut kepada bala tentara Sekutu,sehingga dengan demikian berakhirlah Perang Asia Timur Raya yang merupakan bagian dari perang dunia II, Hanya terpaut beberapa hari dari peristiwa itu., tepatnya pada tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya. Di akhir tahun 1948 , serangan bala tentara Belanda akhirnya sampai juga di yogyakarta dan mereka berhasil menangkap pembesar - pembesar Republik serta mengasingkan ke Prapat di Sumatra Utara dan kemudian ke Pulau Bangka . Tetapi hal ini tidak berarti berakhirnya Negara Republik Indonesia . Laskar Indonesia , yang dibantu oleh segenap rakyat tetap mengadakan perlawanan gerilya dibawah pimpinan Jendral Sudirman. Sekitar bulan Februari 1949 Didaerah Bibis yang terletak lebih kurang 6 Km sebelah selatan kota Yogyakarta , Tentara Republik Indonesia , merencanakan serangan umum ke pertahanan bala tentara Belanda di kota Yogyakarta . Serangan itu dilaksanakan pada waktu fajar, tanggal 1 Maret 1949 dan oleh karenanya dikenal sebagai " Serangan Fajar" atau lebih dikenal lagi sebagai " Serangan oemoem 1 Maret ". Dalam serangan ini, tentara Republik Indonesia berhasil menguasai kota Yogyakarta selama 6 jam , karena itu kemudian muncul istilah 6 jam di Jogja.Semua perjuangan melawan penjajah Belanda ini telah menjadikan Yogyakarta terkenal sebagai kota perjuangan.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home