Saturday, November 19, 2005

Puri Agung Karangasem (Karangasem Palace)

Puri Agung Karangasem (Karangasem Palace)
: Karangasem
Puri ini dibangun pada akhir abad ke 19 oleh Anak Agung Gede Jelantik, raja Karangasem yang pertama. Daya tarik utama dari puri ini adalah arsitektur bangunannya merupakan perpaduan antara arsitektur Bali, China dan Eropa. Disamping itu terdapat pula candi-candi yang menjulang tinggi mencapai ketinggian 25 meter yang terbuat dari batu bata dan dihiasi cetakan motif wayang. Puri Agung Karangasem terletak di pusat kota Amlapura yang jaraknya 78 km dari kota Denpasar, atau 15 km dari obyek wisata Candidasa .

Putung
: Karangasem
Putung merupakan obyek wisata yang terletak di Desa Duda Timur, Kecamatan Selat, Kabupaten Daerah Tingkat II Karangasem. Jaraknya kira-kira 64 km dari kota Denpasar atau 19 km dari kota Amlapura dan mudah dicapai dengan mobil. Lingkungan Putung terletak di daerah pegunungan yang dikelilingi oleh pepohonan yang lebat, terutama kebun salak, sehingga hawa di sini sangat sejuk menyegarkan. Daya tarik utama dari obyek wisata ini ialah keindahan panoramanya yang sangat mengagumkan yaitu perpaduan antara alam pegunungan dan alam laut.Apabila kita melepas pandangan, di sekitarnya akan tampak ladang-ladang penduduk yang bertingkat-tingkat hingga ke bawah, bukit dengan hutannya yang lebat dan subur serta lembahnya. Di bawah tampak petak-petak sawah di wilayah Buitan dan Labuhan Amuk dengan lautannya yang membentang luas membiru serta kapal yang berlabuh di sana dan jukung nelayan yang sedang menangkap ikan. Nusa Penida sangat jelas kelihatan dari obyek Putung. Keindahan wisata Putung menjadi makin terkenal berkat lukisan Mr. Christiano pelukis dari Itali dan beristri gadis dari Manggis.

Rafting Telagawaja
: Karangasem
Telagawaja adalah nama sebuah sungai di Desa Rendang, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem. Sungai ini memiliki potensi yang bagus sebagai objek wisata air (rafting) karena airnya tidak pernah kering walaupun musim kemarau. Airnya yang jernih dan berliku-liku dengan bebatuan yang besar di sepanjang aliran sungai.

Rimba Reptil Singapadu (Singapadu Jungle Reptile)
: Gianyar
Setelah berdirinya Taman Burung Citra Bali International, berselang beberapa saat kemudian di sebelah utara Taman Burung ini berdiri lagi sebuah tempat rekreasi untuk para wisatawan yaitu Rimba Reftil. Rimba Reftil ini memiliki/memelihara beraneka reftilia dari seluruh dunia. Bagi para wisatawan yang menyukai berlibur di dalam habitat reftilia sangatlah tepat bila mendatangi tempat ini. Disamping dapat menyaksikan reftilia secara total, keselamatan diri juga terjamin dari gigitan reftilia yang kita ketahui sebagian besar berbisa.

Sangeh
: Badung
Sangeh terletak 20 km di sebelah utara Denpasar, di seberang jalan menuju Pelaga. Daya tarik dari objek wisata ini adalah pura yang terletak di tengah pohon pala yang disebut dengan Pura Bukit Sari. Hutan pohon pala merupakan areal suci pura yang dikeramatkan oleh masyarakat Desa Adat Sangeh. Di tengah hutan lebat yang hijau terdapat kurang lebih 500 ekor kera jinak yang sering mempesona para wisatawan.

Sibetan
: Karangasem
Kebun salak Sibetan merupakan salah satu obyek wisata dimana kita bisa menyaksikan sesuatu yang sangat menarik seperti misalnya penduduk setempat memetik salak. Bahkan para wisatawan dapat terlibat langsung ikut memetik buahnya bersama-sama penduduk setempat. Disamping kebun salak terdapat juga pemandangan alam yang indah dan alami hamparan kebun yang bertingkat dan pemandangan buih-buih putih ombak dikejauhan menjadikan Sibetan suatu tempat menarik untuk dikunjungi. Objek wisata ini terletak di Dukuh Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem yang jaraknya sekitar 83 km dari kota Denpasar.

Taman Burung Citra Bali (Citra Bali Bird Park)
: Gianyar
Seiring dengan keindahan panorama Bali semakin banyak investor asing yang ingin mengembangkan usahanya di Pulau Seribu Pura ini. Hal ini terbukti dengan berdirinya sebuah Taman Burung Cirta Bali International di Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Daerah Tingkat II Gianyar, lebih kurang 12 Km dari Kota Denpasar. Di tempat ini para wisatawan dapat melihat beragam jenis burung baik burung asli Pulau Bali, seluruh Indonesia maupun burung dari Mancanegara.

Taman Kupu-kupu Bali (Butterfly Park)
: Tabanan
Kupu-kupu yang merupakan salah satu persembahan kekayaan alam Indonesia dan terbesar dari Sabang sampai Merauke, kini dihimpun dalam sebuah taman dengan nama "TAMAN KUPU-KUPU" yang terletak di Desa Wanasari Kabupaten Daerah Tingkat II Tabanan, kurang lebih 5 km ke Utara kota Tabanan. Setiap hari dilepas ratusan ekor kupu-kupu yang beraneka warna, salah satu diantaranya yang paling terkenal didunia ialah: kupu-kupu Sayap Burung Sorga (Omithoptera Paradisea), o. Priamus dan berbagai jenis dari seluruh nusantara. Taman kupu-kupu satu-satunya di Nusantara ini berusaha mengembang biakkan sekaligus menangkar guna keperluan pengetahuan ilmiah maupun sebagai study pendidikan dimasa mendatang.

Taman Margarana (Margarana Heroes Monument)
: Tabanan
Pada tanggal 20 Nopember 1946 terjadilah pertempuran habis-habisan antara pasukan pejuang Republik Indonesia melawan kaum penjajah Belanda, di Banjar Kelaci. Desa Marga di bawah pimpinan Letnan Kolonel I Gusti Ngurah Rai. Pertempuran ini terkenal dengan nama Perang Puputan Margarana. I Gusti Ngurah Rai beserta segenap pasukannya gugur di dalam pertempuran tersebut dan seluruh abu jenazah para pahlawan bangsa tersebut dimakamkan di sini, yang terletak + 25 km dari Denpasar atau + 13 km dari kota Tabanan.Di Candi Pahlawan ini kita dapat menyaksikan beberapa tulisan yang merupakan surat dari I Gusti Ngurah Rai bersama seluruh anggota pasukannya yang terkenal dengan sebutan CIUNG WANARA tidak akan mau berkompromi atau menyerah kepada penjajah.

Taman Nasional Bali Barat (West Bali National Park)
: Negara
Taman Nasional Bali Barat merupakan bentang alam (landscape) yang luasnya 77.162,5 Ha. Dewasa ini masih berstatus suaka margasatwa (kurang lebih 2.250 ha) dan perairan pantai yang berbatasan sepanjang 1 km dari garis pantai. Oleh karena itu Taman Nasional Bali Barat adalah merupakan suatu kawasan perlindungan dan pelestarian alam baik ditinjau dari segi margasatwa maupun tumbuhan, beserta dengan ekosistemnya. Margasatwa khas yang terdapat di kawasan ini adalah Jalak Putih Bali (Leuoeopsar rhotsehildi) dan Banteng (Bos Javanicus). Jenis tumbuhan khas yang tumbuh di kawasan ini seperti sawo kecik (manilkara kooki) dan lontar (Borrassus Flellifer) membentuk hutan murni. Jenis tumbuhan khas lain yang tumbuh adalah Dipterocarp. Keunggulan Taman Nasional di daerah Bali Barat ini akan dapat meningkatkan fungsi konservasi baik fauna, flora, maupun ekosistemnya dalam bidang pendidikan, penelitian, kebudayaan, rekreasi dan pariwisata. Beberapa daerah di kawasan hutan ini merupakan obyek rekreasi terbatas, diantaranya daerah Teluk Terima, daerah Sumberrejo dan daerah Stasion Relay Micro Wave di Klatakan. Daerah Teluk Terima merupakan obyek rekreasi berupa teluk, hutan musim, makam Jayaprana, dan satwa (kera). Rekreasi laut yang dapat dikembangkan di daerah ini adalah bersampan, memancing dan menyelam untuk menyaksikan kehidupan di dasar laut. Di daerah Sumberrejo terdapat obyek rekreasi berupa hutan musim, hutan hujan, panorama indah berupa teluk (dari ketinggian kurang lebih 40 meter dari permukaan laut ), panorama laut dan perkotaan (Banyuwangi dan Gilimanuk). Obyek ini dapat dicapai dari Desa Sumberrejo, melalui jalan patroli sepanjang kurang lebih 4 km. Kita akan sampai di daerah yang berbukit yang ditanami rumput gajah. Dari atas menara pengintai kadang-kadang dapat dilihat satwa (rusa) sedang merumput di padang rerumputan buatan tersebut. Di daerah Stasion Relay Micro Wave Klatakan, terdapat obyek rekreasi berupa hutan musim, hutan hujan pegunungan, panorama indah lautan Indonesia (dari ketinggian kurang lebih 400 meter dari permukaan laut), perkampungan dan hutan . Kegiatan rekreasi yang dapat dikembangkan adalah berjalan kaki, memotret, pengamatan satwa dan beristirahat sambil menikmati udara yang sejuk dan panorama yang indah di lautan Indonesia.

Taman Tirtagangga
: Karangasem
Taman Tirtagangga merupakan salah satu obyek wisata yang menarik dengan panorama yang indah. Adanya hamparan sawah yang mengelilingi Taman Tirtagangga, sumber air yang melimpah serta udara yang sejuk menambah nikmatnya para wisatawan beristirahat di tempat ini. Objek wisata ini terletak di Desa Ababi 83 km ke arah timur kota Denpasar.

Taman Ujung
: Karangasem
Taman Ujung mulai dibangun pada tahun 1919 dan diresmikan penggunaannya pada tahun 1921. Taman ini dibangun oleh raja Karangasem yang digunakan sebagai tempat peristirahatan atau tempat untuk menjamu tamu-tamu penting. Bentuk bangunan sangat megah dan khas, merupakan perpaduan antara arsitektur Eropa dan Bali. Di sebelah barat kolam, di tempat yang agak tinggi terdapat sebuah bangunan berbentuk bundar disebut "Bale Bengong", tempat untuk menikmati keindahan taman dan sekitarnya. Namun kini peninggalan yang megah itu telah hancur akibat gempa bumi yang terjadi pada tahun 1963 dan 1979. walaupun tinggal puing-puingnya saja tetapi kesan megah dimasa lampau masih saja tampak. Taman Ujung berlokasi di Desa Tumbu, Kecamatan Karangasem, berjarak kira-kira 85 Km dari Denpasar atau 5 Km selatan Amlapura.

Tanah Lot (Tanah Lot Temple)
: Tabanan
Pura ini didirikan pada abad ke XV Masehi oleh Pedanda Bawu Rawuh atau Danghyang Nirartha yang berasal dari Kerajaan Majapahit. Pura Tanah Lot terletak di laut atau terpisah dari daratan dan di sekitar pura ini terdapat pula beberapa pura kecil dan besar antara lain Pura Pekendungan. Di bawah dan di sebelah barat terdapat sumber air tawar yang merupakan air suci bagi Umat Hindu. Pura Tanah Lot terletak di Desa Beraban Kecamatan Kediri + 13 km dari kota Tabanan, lengkap dengan tempat parkir yang memadai. Bila air laut surut para pengunjung dapat langsung sampai ke pelataran pura untuk bersembahyang.Di bawah pura terdapat beberapa gua yang di dalamnya hidup beberapa ekor ular besar dan kecil berwarna hitam putih. Ular-ular ini sangat jinak dan tidak boleh diganggu. Jika air laut pasang, maka pura ini akan kelihatan seperti sebuah perahu terapung di atas air. Di Tanah Lot kita dapat menyaksikan timbulnya bulan purnama di malam hari dan tenggelamnya matahari di kaki langit, merupakan suatu pemandangan yang sangat indah.

Tugu Pahlawan Penglipuran (Penglipuran Heroes Monument)
: Bangli
Tugu/Monument ini didirikan untuk memperingati para pejuang di Bangli yang dipimpin oleh Kapten Anak Agung Gede Muditha dengan 18 anggota. Monument yang bertingkat sembilan didirikan pada tahun 1959, diatas daerah seluas 1,5 ha dengan style Bali dilengkapi dengan areal parkir, lapangan upacara dan bangunan Cura Yudha. Monument ini didirikan di desa Panglipuran karena disini, di desa ini Kapten A.A.Anom Muditha tertembak mati by the NICA (Tentara Belanda) dalam Revolusi.

Tugu Singa Ambara Raja(Singa Ambara Raja Statue)
: Buleleng
Singa Ambara Raja merupakan lambang Kabupaten Daerah Tingkat II Buleleng, berupa singa bersayap dengan salah satu kaki depannya memegang "jagung gembal". Lambang ini kemudian dibangun dalam bentuk tugu di depan Kantor Bupati Buleleng dengan beton bertulang. Tugu ini selanjutnya menjadi "Landmark" kota Singaraja karena bentuknya yang unik, dalam pengertian tidak ada duanya di dunia ini. Lokasinya yang berada di perempatan jalan yang sering dilalui wisatawan, menyebabkan tugu ini telah menjadi daya tarik yang cukup besar untuk daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Buleleng.Lokasi Tugu Singa Ambara Raja adalah di depan Kantor Bupati Kepala Daerah Tingkat II Buleleng, di pertigaan jalan Veteran, Jalan Pahlawan dan Jalan Ngurah Rai. Wisatawan yang melewati route ini kebanyakan berhenti mengambil foto-foto tugu tersebut atau berfoto di depat tugu, dengan tujuan untuk membuktikan bahwa yang bersangkutan memang benar pernah ke Singaraja atau sebagai kenang-kenangan kota Singaraja.Mengingat wisatawan yang melewati route ini hanya menggunakan kesempatan untuk mengambil foto-foto di sekitar tugu, maka tidak dibangun fasilitas khusus untuk wisatawan.

Tulamben
: Karangasem
Daerah wisata Tulamben berlokasi di Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, sekitar 104 km ke arah timur dari Denpasar. Tulamben merupakan tempat dengan panorama yang sangat indah. Dari sini wisatawan dapat menikmati keagungan dari gunung Agung, lembah-lembah dan pemandangan laut yang biru.

Wisata Puri (Palace Attraction)
: Tabanan
Puri Anyar dan Puri Gede di Krambitan merupakan puri kuno yang artistik. Puri Anyar dengan "Puri Night"-nya dan Puri Gede dengan "Malam Budaya"-nya menyajikan beberapa atraksi yang menarik, antara lain "Joged Bumbung" dan 'Tektekan". Bersama Penari joged para tamu diajak menari bersama mengikuti irama joged. Sedangkan para tarian Tektekan kita dapat menyaksikan beberapa penari yang sedang kemasukan roh halus menancapkan kerisnya ketubuh penari lainnya, keris sampai bengkok namun tidak dapat menembus tubuh lawannya.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home