Monday, November 12, 2007

Kota Magelang

Kota Magelang
Kota Magelang mengawali sejarahnya sebagai desa perdikan ' Mantyasih ' berarti beriman dalam Cinta Kasih, dimana terdapat lumpang batu yang diyakini sebagai tempat upacara penetapan Sima atau Perdikan. Tertulis dalam Prasasti Mantyasih I tanggal 11 April 907 M dan menjadi dasar penetapan Hari Jadi Magelang, kemudian berkembang menjadi kota selanjutnya menjadi Ibukota Karesidenan Kedu dan juga Ibukota Kabupaten Magelang. Setelah masa kemerdekaan kota ini menjadi kotapraja dan kemudian kotamadya dan di era reformasi, sejalan dengan pemberian otonomi seluas - luasnya kepada Daerah, sebutan kotamadya ditiadakan dan diganti menjadi kota.
Wilayah ini dulu disebut Kebondalem, yang berarti kebun milik Raja, yaitu milik Sri Sunan Pakubuwono dari Surakarta. Tanah yang membujur ke selatan mulai dari kampung Potrobangsan sampai kampung Bayeman sekarang dulunya adalah kebun kopi, rempah, buah-buahan dan sayur-sayuran termasuk bayam atau 'bayam' dalam bahasa Jawa. Sisa-sisa pernah adanya kebun itu masih dapat dilihat dari nama-nama tempat seperti : Kebondalem, yaitu sebuah kampung di Kelurahan Potrobangsan, Botton Kopen, dahulu adalah kebun kopi, Kebohpolo, kebun pala, Kemirikerep / Kemirirejo, bekas kebun kemiri, Jambon, bekas kebun jambu dan Bayeman, bekas kebun bayam.
Ketika Inggris menguasai Magelang pada abad ke 18, dijadikanlah kota ini sebagai pusat pemerintahan setingkat Kabupaten dan diangkatlah Mas Ngabehi Danukromo sebagai Bupati pertama. Bupati ini pulalah yang kemudian merintis berdirinya Kota Magelang dengan membuat Alun - alun, bangunan tempat tinggal Bupati serta sebuah masjid. Dalam perkembangan selanjutnya dipilihlah Magelang sebagai Ibukota Karesidenan Kedu pada tahun 1818.
Setelah pemerintah Inggris takluk oleh Belanda, kedudukan Magelang semakin kuat. Oleh pemerintah Belanda, kota ini dijadikan pusat lalu lintas perekonomian. Selain itu karena letaknya yang strategis, udaranya yang nyaman serta pemandangannya yang indah Magelang kemudian dijadikan Kota Militer: Pemerintah Belanda terus melengkapi sarana dan prasarana perkotaan. Menara air minum dibangun di tengah-tengah kota pada tahun 1918, perusahaan listrik mulai beroperasi tahun 1927, dan jalan - jalan arteri diperkeras dan diaspal.
Kota Magelang diberikan status sebagai Kota Gemeente pada 1 April 1906 dan dipimpin oleh seorang Belanda yang menjabat sebagai Burgemeester. Burgemeester inilah yang sekarang disebut Walikota. Dalam perjalanan sejarahnya kemudian, Kota Magelang yang luasnya 18;12 km persegi ini berkembang menjadi sebuah kota kecil dengan jumlah penduduk 115.434 orang. Letaknya cukup strategis di persimpangan jalur utama Yogyakarta - Semarang, Yogyakarta - Dieng, Semarang - Purworejo - Cilacap, dan di tengah - tengah obyek wisata alam dan budaya unggulan di Jawa Tengah - DIY.
Perkembangan jaman menuntut dibangunnya berbagai sarana dan prasarana kota. Sarana dan prasarana air bersih, penerangan, transportasi, komunikasi, akomodasi, perbelanjaan, perbankan, tempat - tempat makan dan minum, tempat hiburan dan rekreasi serta yang lain terus berkembang sebagaimana laiknya sebuah kota yang penuh dengan dinamika.
Fasilitas kota yang baru terus dibangun tanpa merusak bangunan - bangunan lama yang tetap akan menjadi saksi sejarah bertumbuhnya kota ini, Bangunan-bangunan ini tetap dilestarikan dan digunakan sebagian sesuai fungsi semula saat dibangun dan sebagian telah beralih ke fungsi lain meski bangunannya tetap yang lama. Semua bangunan ini dan tempat - tempat lainnya di Kota Magelang, ternyata telah menjadi obyek ' nostalgia ' bagi orang - orang, baik mancanegara maupun nusantara yang pernah menyaksikan Magelang 'tempo doeloe '. Bagi generasi mudanya foto dan cerita sejarah yang menggambarkan Magelang 'tempo doeloe' selalu menggugah rasa ingin tahu mereka.
Sebagian dari tempat/jalan dan bangunan lama itu baik keadaan 'tempo doeloe' maupun keadaan saat ini ternyata telah menjadi obyek wisata nostalgia yang dapat disusuri kembali lewat foto - foto dan penjelasan dalam leaflet ini. melengkapi sarana dan prasarana perkotaan. Menara air minum dibangun di tengah-tengah kota pada tahun 1918, perusahaan listrik mulai beroperasi tahun 1927, dan jalan - jalan arteri diperkeras dan diaspal.
GEDUNG BERSEJARAH
Gedung Kantor Kresidenan Kedu
Dibangun tahun 1810 dengan bangunan asli dari bambu, dipugar oleh JC Schulze atas perintah Gubernur Jendral Belanda pada tahun 1819. Gedung ' Residentielaan ' ini dilengkapi pendopo dan menghadap ke panorama Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing yang indah.
Museum Bapeka
Gedung yang terletak di sayap kiri gedung kantor Karesidenan Kedu ini dulunya dikenal sebagai ' GEDUNG ANIEM'. Mulai 1 Januari 1947 s/d 6 Nopember 1948 menjadi Gedung BPK RI yang pertama, dan setelah BPK pindah ke Yogyakarta, jadilah gedung ini sebuah museum, yaitu museum BEPEKA.
Menara Air Minum
Dibangun dipusat kota tahun 1919 - 1920 dengan beaya 550.000 gulden, untuk memenuhi kebutuhan air minum warga kota. Bentuknya khas, tingginya 121,2 m jumlah pilarnya 32 buah, mampu menampung air sebanyak 1.750.000 L.
MOSVIA
( sekarang : Kantor Mapolresta )
Dibangun oleh Pemerintah Hindia Belanda tahun 1874 pada awalnya digunakan untuk Sekolah Pegawai Pangreh Praja dengan nama MOSVIA [ Middelbare Opleiding School Voor Indlandshche Bestuur Ambtenarsh j yang dilengkapi dengan asrama di belakangnya dan gedung untuk Direktur disebelah barat gedung utama.
Jaman Jepang, MOSVIA dibubarkan dan fungsinya dialihkan menjadi Kantor Asrama PETA bentukan Jepang. Tahun 1945 - 1948 digunakan untuk SEKOLAH GURU dengan asramanya, 1948 [ Clash II ] Gedung utama oleh Belanda digunakan untuk Kantor Pengadilan dan gedung di sebelah barat untuk Kantor Assisten Residen. Desember 1948 [ penyerahan kedaulatan dari Pemerintah Belanda ], gedung di sebelah barat diserahkan kepada kepolisian RI dan saat ini digunakan untuk Kantor MAPOLRESTA.
Gereja ST.Ignatius
Bermula dari sebuah rumah yang dibeli Romo F. Voogel tahun 1890 untuk tempat ibadah umat Katholik. Dipugar tahun 1900 dengan bangunan berarsitektur Romawi, kemudian direnovasi lagi seiring nafas pembaharuan di Vatikan sehingga berbentuk seperti saat ini.
Rumah Sakit Jiwa
Rumah Sakit Jiwa [ KRANKZINNIGENGESTICHT ]dibangun tahun 1916 - 1923 dengan ciri 2 buah ' penthol ' besar di kiri kanan jalan masuk, stupa di atas bangunan gedung utama, rumah - rumah dinas yang mengapit kantor, bangsal perawatan, alat penggiling tebu, padi dan wassery.
Rumah Sakit Tentara
Rumah Sakit yang dibangun tahun 1917 sebagai tempat pelayanan militer dan umum [Belanda], tahun 1942 khusus merawat orang I tentara Jepang, diubah menjadi RS PMI Magelang [ 1945 ] diganti menjadi RSU Wates Magelang pada 1 Januari 1947. Menjadi RST Divisi III sejak diserah terimakan kepada kepala DKT Dlvisi III tanggal 1 Maret 1948. Kemudian untuk mengenang jasa Letkol dr. Soedjono yang gugur melawan Belanda, rumah sakit ini diganti namanya menjadi Rumah Sakit dr. Soedjono tanggal 1 Nopember 1973.
Sejak didirikan sampai dengan tahun 1980 kondisi bangunan Rumah Sakit tidak mengalami perubahan, baru pada tahun 1981 ada penambahan bangunan poliklinik dan UGD. Tahun 1986 penambahan kamar bedah sentral serta dibukanya pintu gerbang timur yang bertujuan tidak saja untuk melayani anggota TNI tetapi juga penderita umum.
Tempat / Bangunan lain yang masih dapat dilihat antara lain :

1. Kantor POLWIL Kedu.
Dulunya adaiah Hotel MONTAGNE [ Belanda ], berubah menjadi hotel NITAKA [ Jepang ] kemudian menjadi MARKAS RAPWI [ Recovery of Alied Prissoners of War and Interneers ] saat Jepang ditaklukkan Sekutu. Hancur saat bumi hangus pada Clash [Agresi Militer] ke II, dibangun lagi dan saat ini menjadi Kantor POLWIL KEDU.
2. HOLLANDSCHE CHINESECHE SCHOOL
[ Belanda - 1913 j menjadi MARKAS KEMPETAI ( Jepang ] saat ini digunakan oleh SMK Wiyasa. Gedung ini saksi sejarah gugurnya 5 orang pejuang yang dengan berani mengibarkan Sang Merah Putih di puncak Gunung Tidar pada 25 September 1945 jam 06.00 pagi. Tembakan bedil dari Markas Kempetai menyambut mereka yang turun bersama pemuda - pemuda yang lain dari Gunung Tidar. Kenangan kepahlawanan mereka diabadikan dalam bentuk monumen di Jalan Tidar.

KABUPATEN MAGELANG

KABUPATEN MAGELANG


DAFTAR ISI WISATA KABUPATEN MAGELANG
CANDI BOROBUDUR
CANDI PAWON
CANDI MENDUT
CANDI NGAWEN
CANDI CANGGAL
CANDI LUMBUNG
CANDI ASO
CANDI PENDEM
CANDI SELOGRIYO
PEMANDIAN KALIBENING
AIR HANGAT CANDI UMBUL
TELAGA BLEDER
KOLAM PEMBIBITAN IKAN NGRAJEG
PEMANDIAN MUDAL
TAMAN REKREASI MENDUT
TAMAN ANGGREK BOROBUDUR
AIR TERJUN SEKAR LANGIT
AIR TERJUN TLOGORERJO
JURANG JERO
LANGGAR AGUNG P. DIPONEGORO
SENI PAHAT BATU PRUMPUNG SIDOHARJO
AIR TERJUN SELOPROJO
AIR TERJUN CURUG SILAWE
AIR TERJUN KEDUNG KAYANG
DATARAN TINGGI KETEP
POS PENGAMATAM GUNUNG MERAPI


1. CANDI BOROBUDUR
Candi budha terbesar didunia yang merupakan salah satu karya master piece diantara Tujuh Keajaiban Dunia terletak di Desa Borobudur kec borobudur lebih kurang 3 km dari kota Mungkid(40km)dari Yogyakarta.Kawasan candi yang dibangun oleh Raja Samaratungga dari Dinasti Syailendra pada abad VIII saat ini telah dikelilingi kawasan taman wisata dengan berbagai daya pesona bagi para pengunjung.

2. CANDI MENDUT
candi yang terletak kurang lebih 3 km sebelum candi borobudur dari arah jogyakarta, candi ini memiliki atap yang berbentuk limas dan didalamnya terdapat patung budha yag diapit oleh dua arca.

3. TAMAN REKREASI MENDUT
Bagi pengunjung Candi Borobudur yang ingin lebih menikmati suasana santainya dapat singgah di Taman Rekreasi Mendut dalam perjalanan pulangnya karena tempat ini terletak ditepi jalan arah candi Borobudur.Fasilitas taman ini antara lain kolam renang bertaraf internasional, kolam renang anak-anak, arena bermain,lapangan tenis,mushola,cafetaria dan parkir luas.

4.TAMAN REKREASI KALIBENING
Obyek wisata Kalibening dapat dijangkau dengan mudah terletak dijalur Magelang-Semarang tepatnya di Desa Payaman kec Secang dan siap menantikan kunjungan anda.

5.TELAGA BLEDER
Obyek wisata terletak di Desa Ngasinan Kec Grabag dilereng gunung Andong tersedia aneka fasilitas rekeasi air seperti speed boat, sampan,sepeda dan becak air.Pengunjung dapat memanjakan kesenangannya akan rekreasi air sambil menikmati sejuknya hawa pegunungan serta panorama alam yang indah.

6. SEKARLANGIT
Obyek wisata berupa air terjun dengan ketinggian 25 m. Yang terletak didesa Tlogorejo kec.Grabag merupakan tempat yang sangat mengasyikkan bagi kawula muda dengan suguhan panorama alam gunung Andong dan Telomoyo serta bumi perkemahan yang ditunjang dengan hawa menyegarkan.

7. CURUG SILAWE
Air terjun yang terletak dilereng gunung Sumbing dengan ketinggian 50 m.Terletak di Desa Sutopati Kec Kajoran. Selain dapat menikmati sejuknya hawa pegunungan juga dapat disaksikan panorama indah berupa hamparan hutan pinus.

8.ARUNG JERAM
Arung Jeram Citra Elo merupakan petualangan alam/tantangan untuk menghilangkan kejenuhan dalam kehidupan sehari-hari bagi wisatawan dapat melihat pemandangan alam,sungai sepanjang 12 km.Terletak di Desa Progowati kec Mungkid 3 km sebelum Candi Borobudur.

9.GARDU PANDANG KETEP
Terletak 21 km dari Kota Mungkid berada didesa Ketep Kec Sawangan jalur Solo-Selo-Borobudur. Dari gardu pandang ini wisatawan bisa melihat pemandangan gunung Merapi, Merbabu, Sumbing, Sindoro, Tidar, Andong dan Pegunungan Menoreh serta hamparan lahan pertanian. Dari tempat ini bisa melihat luncuran lahar panas gunung Merapi. Fasilitas yang dapat ditemui antara lain areal parkir, kamar mandi/wc, gasebo,audiovisual/ home theatre, kios cinderamata/makanan.

10. MUSIUM WIDAYAT
Terletak dijalur borobudur taman rekreasi mendut. musium ini merupakan koleksi lukisan almarhum h.widayat yang dilengkapi patung-patung dan dibelakangi gedung/halaman dapat dijumpai beberapa tanaman langka.

11. TAMAN ANGGREK
terletak didepan taman rekreasi mendut dilengkapi dengan loboratorium pembibitan bunga anggrek, greenhouse dan dipersiapkan penjualan bunga anggrek potong, tanaman anggrek, bibit bunga anggrek dan tanaman hias lainnya.

12. CANDI PAWON
bangunan suci budha yang disebut dalam prasasti karang tengah 824 m didukung letaknya yang segaris dengan candi mendut dan candi borobudur.terletak di desa brajanalan kec. borobudur.

13. PEMANDIAN AIR HANGAT CANDI UMBUL
terletak di dusun candi umbul desa kartoharjo kec. grabag. obyek wisata peninggalan dinasti syailendra sampai saatnya masih dipercaya bisa membuat seseorang tambah cantik bila berendam ditempat tersebut karena airnya mengandung zat saprophyl

14. CANDI SELOGRIYO
terletak pada kaki bukit condong berbatasan dengan bukit giyanti.secara keseluruhan terletak dilereng bukit sukorini sebelah timur gunung sumbing di kec.windusari.merupakan bangunan tunggal,memiliki bentuk tidak berbeda dengan candi-candi hindu lainnya.

15. AIR TERJUN KEDUNGKAYANG
terletak dijalur blabak-boyolali ketinggian kurang lebih 40 m.dilereng gunung merapi tepatnya di desa wonolelo kec. sawangan kurang lebih 19 km dari blabak

16. MAKAM PANGERAN SINGOSARI ( KYAI RADEN SANTRI ) GUNUNG PRING
terletak di bukit gunungpring kec. muntilan ketinggian 400 meter diatas permukaan laut 1km. selatan muntilan.obyek wisata ziarah makam keluarga pangeran singosari mataram keturunan raja majapahit putra kiageng pemanahan generasi ke VI (enam) prabu brawijaya V.

Gambar Kabupaten Magelang
















Gambar Kabupaten Magelang Dari atas :
  1. Borobudur 1, 2
  2. Mendut 1, 2
  3. Anggrek
  4. Kali Bening
  5. Selogriyo
  6. Arung Jeram Citra Elo, Progowati, Mungkid
  7. Kedung Kayang
  8. Ketep
  9. Sekarlangit
  10. Curug Lawe
  11. Museum Widayat
  12. Gunung Pring
  13. Candi Umbul

Temanggung

TEMANGGUNG


TEMPAT WISATA

TAMAN REKREASI KARTINI
Bagi mereka yang sedang melakukan perjalanan lewat Kota Temanggung sangat ideal untuk singgah disebelah timur kota ini.TAMAN REKREASI KARTINI
Suasana cukup menenangkan didukung fasilitas seperti kolam renang rumah makan pujasera, arena basket, bola volly, dan sepak bola. Kawasan ini menjadi pusat hiburan masyarakat saat digelar Pekan Syawalan selama 7 hari setiap perayaan Idhul Fitri dimulai di hari ke dua. Tempat ini juga digunakan sebagai tempat singgah angkutan travel antar kota.
CURUG SURODIPURO
Dikenal juga dengan CURUG TROCOH Terletak di desa Tawangsari kecamatan Tretep berjarak 38 km arah barat laut dari kota Temanggung. Kawasan ini berhawa sejuk dengan panorama pemandangan alam pedesaan. Tempat ini ibarat saksi bisu kilasan sejarah perjuangan Pangeran Diponegoro ketika membuat strategi gerilya melawan Belanda. CURUG SURODIPURO memiliki keistimewaan yaitu ada 5 terjunan bertingkat, airnya bersih dan segar, tak pernah surut. Disekitarnya terdapat berbatuan alam untuk duduk santai sambil menikmati indahnya air terjun dengan ketinggian sangat terjal tersebut.
CANDI PRINGAPUS
Arca-arca berartistik Hindu yang erat kaitanya dengan Dewa Ciwa menandakan bahwa Candi Pringapus bersifat Hindu Sekte Ciwaistis. Dibangun pada tahun 850 Masehi dan merupakan Replika Mahameru sebagai perlambang tempat tinggal para dewata. Hal ini terbukti dengan adanya adanya hiasan Antefiq dan Relief Hapsara-hapsari yang menggambarkan makhluk setengah dewa. CANDI PRINGAPUS terletak di desa Pringapus Kecamatan Ngadirejo berjarak 22 km arah barat laut dari kota Temanggung. Pada libur banyak dikunjungi anak sekolah, turis domestik dan juga mancanegara seperti Amerika, Belanda, dan Belgia.
JUMPRIT
(PENGAMBILAN AIR SUCI WAISAK)
Jumprit merupakan obyek wisata spiritual di lereng gunung Sindoro dengan panorama alam pegunungan dan bumi perkemahan berhawa sejuk. Tempat ini erat hubungannya dengan legenda Kyai Nujum Majapahit yang tertulis dalam serat Chentini. Didekat mata air jumprit terdapat makam Ki Jumprit.
JUMPRIT (PENGAMBILAN AIR SUCI WAISAK)) peziarah melakukan semedi yang biasanya dilanjutkan dengan mandi kungkum, membuang celana dalam, BH sebagai perlambang menghilangkan Sial. Air jumprit juga digunakan sebagai Air Berkah untuk upacara Tri Suci Waisak setiap tahunya. Terletak disebelah barat kecamatan Ngadirjo, jarak dari kota Temanggung 28 km. Jalan sampai lokasi sudah diaspal sehingga perjalanan cukup menyenangkan sambil menikmati potensi Agrowisata. Disediakan wisma untuk menginap dan anda dapat menikmati udara dan dapat menikmati udara segar serta indahnya pemandangan matahari terbit.
NDAKI GUNUNG SUMBING SINDORO
Mendaki gunung merupakan wisata petualangan menarik. Penuh tantangan pada saat mendaki bukit-bukit terjal. namun juga penuh dengan keindahan alam puncakdengan panorama indah saat terbitnya matahari pagi. PENDAKIAN GUNUNG SUMBING dilakuakn pada malam 21 bulan Ramadhan (malem selikuran). Sedang PENDAKIAN GUNUNG SINDORO bertepatan dengan malam 1 asyuro dipastikan ribuan orang utamanya pemuda pecinta alam melakukan pendakian karana kegiatan ini merupakan tradisi. Sebagian dari mereka bermaksud berziarah ke makam Ki Ageng Makukuhan di puncak Sumbing, yang diyakini sebagai orang pertama yang singgah di kedu dan menanam Tembakau.
GOWA LAWA
Di lembah sungai Bodri di tapal batas Kabupaten Temanggung - Kendal terdapat sebuah bukit terjal yang dibawahnya berlobang menganga dari bebatuan kapur dengan stalagtit dan stalagmit yang berpotensi sebagai ajang penelitian. Disana memang banyak kelelawar karena dulunya goa ini jarang dikunjungi kecuali yang ingin bertapa. Beberapa waktu lalu pengembangan obyek ini dirintis oleh Mahasiswa KKN dari Akademi Pariwisata Semarang. GOWA LAWA terletak di desa Lempuyang Kecamatan Candiroto, lokasinya mudah dijangkau, jaraknya sekitar 300 meter dari jalan raya Temanggung - Kendal. Ada tradisi unik masyarakat sebagai pendukung yakni tradisi 'Lampet Dhawuhan'. Pada acara itu siapapun yang menjabat Kepala Desa harus berkumur air sungai kemudian berjalan di pematang sawah dan menyemburkan kumuran itu ke sawah tempat bertanam padi.
CANDI & PRASASTI GONDOSULI
Candi dan Prasasti Gondosuli di desa Gondosuli Kecamatan Bulu, sekitar 13 km ke arah Barat dari kota Temanggung, merupakan saksi bisu masa kejayaan Dinasty Syailendra. Dikawasan ini terdapat reruntuhanCANDI GONDOSULI berarsitek Hindu yang dibangun oleh anak raja Syailendra bernama Rakai Rakarayan Patapan Pu Palar yang juga adik ipar raja Mataram Rakai Garung.PRASASTI GONDOSULI ditulis dengan huruf Jawa Kuno sebanyak lima baris dan berisi tentang filsafat dan ungkapan kemerdekaan serta kejayaan Syailendra.
CURUG LAWE
Panorama alam sekitar Curug Lawe di Desa Muncar Kecamatan Gemawang Kabupaten Temanggung cukup memikat. Perjalanan menuju lokasi cukup lancar dengan jarak tempuh sekitar 26 km dari kota Temanggung ke arah Utara. Jatuhnya air dari tebing curam itu bagaikan benang-benang putih yang dalam bahasa jawa disebut 'Lawe'. Jika lagi musimnya, disekitar obyek juga ada tanaman buah alam yang dikenal dengan nama buah 'Cendul' bisa dipetik secara gratis sebagai pelepas dahaga. Kenda raan bisa diparkir dititipkan di halaman rumah penduduk, kemu dian berjalan menyu suri jalan setapak menuju lokasi. Bagi yang suka petualangan maka obyek wisata ini cocok. Didekat grojogan CURUG LAWE juga ada mata air panas yang bisa dimanfaatkan untuk obat sakit kulit.
MONUMEN BAMBANG SUGENG
Obyek wisata ini bernuasa sejarah perjuangan bangsa Indonesia pada waktu perang Kemerdekaan. Tempatnya berada di sebelah bukit kecil di sebeleh timur terminal bus kota Temanggung. Dikomplek monumen peringatan perjuangan Mayjen (Purn) Bambang Sugeng (alm) ini, MONUMEN BAMBANG SUGENG terdapat batu prasasti yang ditulis bala tentara Jepang yang ditawan pasukan Bambang Sugeng di Temanggung. Tulisan dengan huruf Kanji itu berbunyi "Wampo Daiwa Daigetzu" yang artinya "Seloeroeh Doenia Sekeloearga" juga dipahatkan pada batu yang sama. Tempat ini juga sering dikunjungi wisatawan Jepang terutama dari keluarga bekas tentara Jepang yang pernah ditawan merasa berhutang budi pada Bambang Sugeng karena pada waktu itu diperlakukan dengan baik.
PIKATAN INDAH
Kawasan Pikatan Indah Temanggung akan diperluas dan dikembangkan sehingga menjadi obyek wisata yang menarik untuk dinikmati. Pengembangan Pikatan Indah yang direncanakan pelaksanaannya tahun 2003- 2004 itu akan meliputi perluasan areal, pembangunan Wisata Olahraga, Panggung Hiburan, Arena Bermain Anak, Kebun Binatang Mini, Water Boom dan Hutan Wisata. Suasana yang sejuk, tenang dengan panorama alam yang memikat membuat anda dapat menikmati suasana berekreasi dengansantai dan nyaman. Kolam renang Pikatan Indah dengan air yang jernih, bersih dan alami, membuat anda semakin terkesan. TAMAN REKREASI PIKATAN INDAH juga tersedia warung makan dengan menu khas antara lain ikan bader goreng, pecel lele, dan gula kacang. Obyek wisata ini terletak + 2 Km disebelah selatan kota Temanggung. Bisa dicapai dengan angkutan umum, angkutan tradisional dokar, dengan kondisi jalan aspal yang memadai.
METEORIT
Jatuhnya meteor di ladang penduduk Desa Wonotirto Kecamatan Bulu, tanggal 11 Februari 2001 di barengi suara gemuruh dan ledakan dahsyat, merupakan peristiwa alam yang langka dan menarik untuk diteliti. Untuk itu Sekolah Tinggi Sains dan Teknologi AKPRIN Yogyakarta melakukan penelitian dan kemuadian membangun MONUMEN METEORIT dilokasi jatuhnya benda angkasa tersebut. Kini Monumen ini menjadi Obyek Wisata yang menarik untuk dikunjungi didukung sejuknya suasana alam sekitar berlatar belakang pemandangan Gunung Sumbing.

Bagi yang suka menu ketupat tentu sudah mengenal " KUPAT TAHU " Temanggung. Makanan ini pernah diboyong ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta dan nyaris kekurangan persediaan, karena laris dibeli pengunjung TMII. Warungnya ada di berbagai tempat di Temanggung , misalnya di Pandean, Mungseng, Jampirejo, enak disantap hangat di tempat.

Menu dari daging kambing juga dikenal dengan label " BRONGKOS KIKIL ". Lezat disantap hangat di Pujasera Kowangan atau di Pasar Menggoro Kecamatan Tembarak, sekitar 7 km ke arah Selatan dari kota Temanggung .Masakan ini biasanya berupa daging dari kaki dan bagian kepala kambing dan siap disuguhkan mulai jam 10.00 WIB, karena itu cocok untuk saat-saat makan siang.

Bakso memang banyak dijumpai dimana-mana . Tetapi yang satu ini benar khas dari Temanggung . Namanya " BAKSO ULEG ". Sebab sambalnya langsung diuleg dari cabai segar ke dalam mangkuknya dan bumbunya juga khas sehingga memiliki rasa khas Bakso Uleg. Makanan ini juga lebih enak disantap hangat di warungnya di depan BRI Cabang Temanggung dan kios Kaki Lima Rolikuran. Buka mulai jam 14.00 WIB sampai malam.

Criping Pedas dari Gandokan Kranggann, 4 Km kearah timur dari kota Temanggung cocok untuk oleh-oleh. CRIPING PEDAS dikemas masih mentah ( belum digoreng ) dalam plastik satu kilogram atau setengah kilogram. Atau bisa juga membeli kemasan yang sudah digoreng di kios makanan sebelah BRI Unit Kranggan . Rasanya gurih, enak,agak pedas dan harganya murah.

Selain Criping Pedas juga dikenal enak dan gurih, cocok untuk oleh-oleh , yaitu CRIPING TALAS. Terbuat dari Talas tanpa campuran bahan pengawet. Diproduksi di Desa Manding Kecamatan Temanggung , sekitar 2 Km ke arah Barat dari kota Temanggung.Wisatawan yang ingin membeli langsung ke perajinnya, sewaktu-waktu bisa datang ke desa Manding. Criping Talas ini bisa dipesan dalam kemasan mentah maupun matang.

MALEM JEMUAH PAHINGAN MENGGORO
Malam belum begitu beranjak,, desau angin gunung menerobos rimbun dedaunan, menerpa tubuh menghadirkan dingin. Kadang, kabut yang menyelimutu kaki gunung, yang mungkin sebenarnya mampu mengusik keasyikan dalam kekhusukan orang-orang yang sedang "menekung manengku puja". Bahkan, hiruk pikuknya pengunjung yang ditingkah ramainya penjaja makanan, yang juga sedang berkeinginan memuaskan wisatawan, dengann menu utama "Brongkos Kikil Tembarak", ternyata juga tidak mampu mengalihkan perhatian wisatawan yang sedang menjalankan 'Prosesi Ritual" di MAsjid Jami' Desa Menggoro Kecamatan Tembarak Kabupaten Temanggung. Mujahadah, baik secara perorangan maupun kelompok, dilakukan oleh wisatawann minaat khusus ini. Berdzikir kepada Allah SWT, secara khusuk,, penuhh konsentrasi, hanya ditujukan kepada_Nya, Sang Maha Pencipta, Maha Pemurah, Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Sikap dan perilaku demikian, memang sudah seharusnya menjadi pedoman bagi setiap makhluk_Nya. Termasuk juga wisatawan Malem Jemuah Pahingan, yang mengkaitkan dengan Nadzar tertentu. Hal ini mengingat bahwa hanya kepada Allah SWT tempat yang tepat untuk meminta, dan hanya berkat kemurahan_Nya lah, makhluk terutama manusi mendapatkan anugerah_Nya, karena hanya Sang Khalik yang Maha Pemberi. Dilihat dari warna dialek kebahasannya, dapat diketahui bahwa pengunjung/wisatawan Malem Jemuah Pahingan Menggoro Tembarak itu, tidakk hanya berasal daari sekitar Temanggung saja.
Lewaaat pengamatann Sosiolanguade, dapat diketahui mereka ada yang berasal daari Wonosobo, Kendal, Magelang, Semarang, Surakarta, Yogyakarta. Bahkan ada beberapa yang berasal dari Jakarta dan beberapa kota di Jawa Barat serta Jawa Timur. Dengan demikian, "Popularitas" Event Malem Jemuah Pahingan di Komplek Masjid Jami' Desa Menggoro Kecamatan Tembarakk Kabupaten Temanggung, gemanya membahana di seantero Tana Jawa. PERCIKAN HISTORIES BACKGROUND Nama ataupun istilah Malem Jemuah Pahingan Menggoro Tembarak adalah suatu kesatuan daari beberapa pengertian. Malem Jemuah pahing, adalah Kamis Malam menurut hitungan hari dan legi berdasarkan hitungan pasaran pada penanggalan Jawa. Sedangkan Menggoro adalah nama wilayah administratip desa di Kecamatan Tembarak Kabupaten Temanggung (bahkan sebagai ibu kota kecamatan), tempat terjadinya prosesi tradisi budaya tersebut di lokasi atau komplek Masjid Jami'. Implikasi daari arti tersebut adalah bahwa pemilihan hari Kamis Malam Jumat secara cultural sangat erat kaitanya dengan upaya pendekatan diri kepada Allah SWT lewat doa dan permohonan. Oleh karena itu, prosesi ritual Malem Jemuah Pahingan Menggoro Tembarak, harus diberi makna "pendekatan diri kepada Sang Maha Pencipta", yaitu setiap aktivitas dari permohonan, hanya ditujukan kepada Allah SWT. Sebagai bahan pertimbangan tinjauan histories, sebenarnya terdapat dua sumber, yaitu sumber Artefaktual dan Teksrual. Data-data artefaktual dapat ditunjukan dengan adanya :
  1. Bentuk dan struktur bangunan masjid (utamanya bagian dalam), mengindikasikan pola arsitektur masa pertumbuhan islam di Jawa;
  2. Dua buah patung nandini ( patung sapi betina ) yang sudah terpotong kepalanya, terletak di halaman masjid, menunjukan bahwa kawasan itu pada masa silam, ada keterkaitannya dengan kultur agama sebelum islam yakni hindu.
  3. Dua buah pohon tanjung dihalaman depan masjid, yang dulu ( mestinya ) juga ada pohon sawo kecik dan kelor. Hal ini menandakan bahwa penanaman dan penempatan pohoon dan beberapa benda dikompleks masjid, mempertimbangkan konsep maknawi dalam kebudayaan Jawa.
  4. Sengkalan ( rangkaian kata yang menunjukan angka tahun ) berbunyi : Rasa Brahmana Resi Bumi yang tertulis digapura masuk halaman masjid, yang apabila dimaknai merupakan rangkaian makna angka tahun 1786. adapun menurut hitungan tahun saka atau Masehi masih perlu penelitian lebih lanjut. hanya saja, kebiasaan dalam budaya jawa, penulisan sengkalan pada umumnya berdasarkan hitungan tahun saka sehingga 1786 saka dikurangi 78 ( selisih tahun saka dengan masehi ) menjadi 1722 Masehi, masa penjajahan belanda. Bentuk gapura berornamen garis gaya bangunan belanda sehingga agak mendekati kebenaran bahwa pembangunan gapura tersebut terjadi pada masa penjajahan belanda.
  5. Melihat latar belakang sejarah yang demikian menunjukan bahwa eksistensi masjid Menggoro sudah ada sejak masa pertumbuhan islam di Jawa sehingga dapat dikatakan bahwa Masjid Menggoro Tembarak Kabupaten Temanggung termasuk 9 masjid tertua di Jawa.
Data yang bersifat tekstual yang berupa antara lain seperti : prasati, babad, catatan harian, kisah perjalanan, surat-surat keputusan dan lainya, sampai kapan persisnya Masjid Menggoro berdidi, mengalami kesulita sehingga hanya berdasarkan dugaan, setelah menganalisa keterkaitannya dengan sosio cultural yang ada. Beberapa pendapat tokoh masyarakat setempat, yang juga berdasarkan cerita turun menurun atau berupa legenda, namun dapat juga dijadikan salah satu acuan pemotretan "masa silam" Masjid Menggoro, diterapkan bahwa keberadaan Masjid Menggoro ada yang menceritakan dalam 2 (dua) versi :
  • Terkait dengan tokoh Nyai Brintik, sebagai penyebar agama Islam di wilayah itu, yang sekarang konon makamnya ada 2 (dua) tempat yakni di Jogopati Desa MEnggoro dan satunya di Komplek Makam Sewu atau Komplek Makam Sewu atau Komplek Makam Panembahan Bodho yang terletak di Kabupaten Bantul di Propinsi DIY.
  • Dihubungkan dengan tokoh Sunan Kalijaga salah satu anggota wali sanga di masa Keraton Demak Bintoro. Dalam salah satu perjalanan syiaar Islam di Jawa Tengah sampai di wilayah ini, diduga juga mendirikan masjid, yang diyakini sekarang sebagai Masjid Jami' Menggoro.
  • Sumbang pendapat yang lain dari Bapak Sudjiyanto, juga penduduk Menggoro yang juga mendapatkan cerita dari para sesepuh, bahwa " dulu apabila bedhug Masjid Demak di tabuh maka akann terdengar sampai dengaan Masjid Menggoro". Hal ini semakin menguatkan pendapat bahwa keberadaan Masjid Menggoro Tembarak, erat sekali kaitnya dengan pusat kebijaksanaan perkembangan agama Islam pada masa pertumbuhannya di tanah Jawa, yaknii Demak Bintoro di bawah kendalli Sultann Patah (raja pemeluk Islam pertama di Jawa) dan dibawah pertimbangan para wali.Diterangkan lebih lanjut oleh Bapak Sudjiyanto, yang mantan Kades Menggoro in, bahwa upaya penyelamatan bangunan dilakukan dengan renovasi tanpa menghilangkan ciri khas bangunan pernah dilakukan pada :
    • Tahun 1932 yang dipimpin langsung oleh Bupati Temanggung Cokrosoetomo
    • Tahun 1958 Juga dilakukan Pemugarann
    • Tahun 1989 dilakukan renovasi, bahkan pada tahun ini pula, adanya "Mimbar Khotbah" yang serupa dengan mimbar di keraton Ngayogyakarta, karena sudah usang dan rusak maka diganti dengan yang baru.

    Upaya-upaya penyelamatan ini merupakan hal yang perlu dilestarikan, agar keberadaan masjid tersebut sebagai situs, tidak kehilangan unsur-unsur pendukung histories, yang merupakan ciri khas dan mempunyai keunikan langka.

    POTENSI ATRAKSI BUDAYA

    Apabila dipotret lebih mendalam baik sisi budaya maupun pariwisata, keberadaan Masjid Jami' Menggoro berserta Malam Jemuah Pahingannya, dapat dikemukanan sebagai berikut :
    • Masjid Menggoro adalah bangunan lama, sesuai citra masyarakat. Terkait dengan perkembangan Islam pada masa pertumbuhan ditanah Jawa.
    • Keterkaitannya dengan budaya Demak Bintoro sangat erat.
    • Jemuah Pahingan dan pasar, adalah aktifitas atraktif/kebiasaan menarik.
    • Event yang memungkinkan untuk diberdayakan agar menjadi salah satu sumber pendapatan desa atau dusun ataupun masyarakat, dengan penanganan secara terorganisir dan profesional.
    • Sarana menuju potensi wisata budaya ini sangat mudah, ini merupakan kekuatan positif untuk pengembangannya lebih lanjut. Tidak berlebihan bila kiranya apabila saya berpendapat terhadap eksistensi Masjid Jami' Menggoro Tembarak beserta Malem Jemuah Pahingannya sebagai citra tradisi masyarakat : " Sebagai situs kultural, harus dilestarikan dengan mempertimbangkan aspek historisnya dan sebagai salah satu potensi atraksi wisata budaya, layak untuk dikembangkan demi peningkatan kesejahteraan ".

    Sunday, November 11, 2007

    Temanggung - Resto

    RESTAURANT


    Indra Loka
    Jl. Suwandi-Suwardi Temanggung

    Pujasera
    Jl. Suwandi-Suwardi Temanggung


    Madurasa
    Jl. Suwandi-Suwardi Temanggung

    Ani
    Jl. Raya Kedu Temanggung

    Ayam Goreng Sakur
    Jl. Raya Kedu Temanggung

    Sari Ayam
    Jl. Raya Kedu Temanggung

    Ngesti Rasa
    Jl. Jend. Sudirman Temanggung

    Telomoyo
    Jl. Raya Pringsurat Temanggung

    Rina
    Jl. Raya Pingit Temanggung

    Rindu ALam
    Jl. Raya Pringsurat Temanggung

    Adem Ayem
    Jl. Raya Pringsurat Temanggung

    Tumbuh Lagi
    Jl. Raya Pringsurat Temanggung

    Eka Rasa
    Jl. Raya Pringsurat Temanggung

    Rosita
    Jl. Raya Pringsurat Temanggung

    Meika
    Jl. Raya Pringsurat Temaggung

    Sari Mulyo
    Jl. Bulu Temanggung

    Sari Nikmat IV
    Jl. Raya Pringsurat Temanggung

    Risa Lestari
    Jl. Bengkal Kranggan Temanggung

    Sarangan
    Jl. Raya Pringsurat Temanggung

    Blimbing
    Jl. Raya Kedu Temanggung

    Soto Kudus
    Jl. Raya Kedu Temanggung

    Mekar Sari
    Kranggan Temanggung

    Soto Kadipiro
    Jl. Raya Kedu Temanggung

    Grahita's Resto
    Jl. Kartini No. 1 Temanggung

    Tanggul Sari Resto
    Jl. Kranggan Pringsurat Temanggung

    Temanggung - Hotel

    TEMANGGUNG - HOTEL

    Hotel Indra Loka Kusuma
    ( bintang 1)
    Jl. Suwandi Suwardi No.3 telp (0293) 491392 Temanggung

    Wisma Nusantara
    Komplek Kanjengan
    C 308 Kec. Kranggan telp (0293)-4922601 Temanggung

    Hotel Nirwana (melati 2)
    Jl. Suwandi Suwardi telp (0293) 492155 Temanggung

    Wisma PKK
    Jl. Kol. Sugiyono Komplek Setda Temanggung

    Hotel Kintamani (melati 2)
    Jl. Suwandi Suwardi batas kota
    telp (0293) 491645 Temanggung


    Wisma Ciri Tirto Perhutani
    Wana Wisata Jumprit Kec. Ngadirjo Temanggung

    Hotel Candra (melati 2)
    Jl. Pahlawan No. 27 telp (0293) 491645 Temanggung


    Hotel Agung (melati 1)
    Jl. Aip Mungkar Kec. Parakan Temanggung


    Hotel Pojok (melati 1)
    Jl. Pahlawan No. 74 A Parakan Temanggung


    Hotel Dirgantara (melati 1)
    Jl. Raya Kedu km 3,6 telp (0293) 493430 Temaggung


    Hotel Ayu (melati 1)
    Jl. Kaloran Kali Progo Geneng Temanggung

    Temanggung - Kesenian

    TEMANGGUNG - KESENIAN

    1. Jenis Kesenian
    Kuda Lumping

    Nama Kesenian
    Turonggo Bhekso

    Alamat Group Kesenian
    Desa Wonosari Kec. Bulu

    Koorninator Group
    Sunaryo

    Pimpinan Group
    Sunaryo

    Jumlah Penari
    20 putra 10 putri

    Jumlah Penabuh
    15 orang

    Lama Pentas 1 Paket
    15 s/d 30 menit

    Telepon
    08122752471

    Biaya Pentas 1 Paket
    Dalam Kota : Rp. 1.500.000,-
    Luar Kota : Rp. 3.500.000,-


    2. Kuda Lumping
    Turonggo Seto
    Pagergunung Kec. Bulu
    20 orang putra
    15 orang
    15 s/d 30 menit
    0293 492087*)
    Dalam Kota : Rp. 1.500.000,-
    Luar Kota : Rp. 3.500.000,-


    3. Kuda Lumping
    Sida Tresno
    Desa Drono Kec. Tembarak
    Asmu'i
    25 orang putra
    15 orang
    15 s/d 30 menit
    0293 492087 *)
    Dalam Kota : Rp. 1.500.000,-
    Luar Kota : Rp. 3.500.000,-


    4. Kuda Lumping
    Sri Budoyo Madyo Utomo
    Desa Tlahap Kec. Kledung
    Suwatno
    Wardiyanto dan Sriroso
    15 putra, 13 putri
    11 orang
    10 s/d 20 menit
    0293 492087 *)
    Dalam Kota : Rp. 2.000.000,-
    Luar Kota : Rp. 3.500.000,-


    5. Kuda Lumping
    Bina Krida Budaya
    Ds Karangwuni Kec. Pringsurat
    Bolot Subowo
    20 putra
    15 orang
    15 s/d 30 menit
    0293 492087 *)
    Dalam Kota : Rp. 500.000,-
    Luar Kota : Rp. 1.500.000,-


    6. Kuda Lumping dan Reog
    Ronggo Lawe
    Ds Tuksari Kec. Kledung
    Suroto
    25 putra
    15 orang
    15 s/d 30 menit
    0293 492087 *)
    Dalam Kota : Rp. 750.000,-
    Luar Kota : Rp. 2.500.000,-


    7. Kuda Lumping
    Turangga Ulah Sariro
    Pacitran Baledu Kandangan
    Munawar
    Marsudi
    13 putra, 13 putri
    8 orang
    15 s/d 30 menit
    0293 492087
    Dalam Kota : Rp. 500.000,-
    Luar Kota : Rp. 1.500.000,-


    8. Kuda Lumping
    Tri Kudo Bawono
    Glapansari Kec. Kledung
    Timbul Wahedi
    Timbul Wahedi
    20 putra, 10 putri
    15 orang
    15 s/d 30 menit
    0293 492087
    Dalam Kota : Rp. 750.000,-
    Luar Kota : Rp. 2.500.000,-


    9. Wayang Kulit
    Wargo Laras
    Ds RowoWetan Kec.Kranggan
    Legowo Cipto Karsono
    Ki Legowo Cipto Karsono
    3 orang
    20 orang
    2, 3, 5 jam dan semalam
    0293 492087
    Dalam Kota : Rp. 3.000.000,-
    Luar Kota : Rp. 10.000.000,-


    10. Wayang Kulit
    Ds. Kebumen Kec. Pringsurat
    Ki Kahono
    Ki Kahono
    1 orang
    20 orang
    2, 3, 5 jam dan semalam
    0293 492087
    Dalam Kota : Rp. 3.000.000,-
    Luar Kota : Rp. 10.000.000,-


    11. Wayang Kulit
    Karanggedong Kec.Ngadirejo
    Ki Narwoko Widodo
    Ki Narwoko Widodo
    1 orang
    20 orang
    2, 3, 5 jam dan semalam
    0293 492087
    Dalam Kota : Rp. 3.000.000,-
    Luar Kota : Rp. 10.000.000,-


    12. Wayang Kulit
    Ds Bagusan Kec.Ngadirejo
    Ki Uripto Dalmuji
    Ki Uripto Dalmuji
    1 orang
    20 orang
    2, 3, 5 jam dan semalam
    0293 492087
    Dalam Kota : Rp. 3.000.000,-
    Luar Kota : Rp. 10.000.000,-


    13. Kubrosiswo
    Sinar Siswo
    Desa Bansari Kec. Bansari
    Ngusman
    M. Ichwan
    25 orang
    15 orang
    15 s/d 30 menit
    0293 492087
    Dalam Kota : Rp. 750.000,-
    Luar Kota : Rp. 1.500.000,-


    14. Kubrosiswo
    Uswatun Chasanah
    Desa Tempuran Kec. Kaloran
    15 orang
    15 orang
    15 s/d 30 menit
    0293 492087
    Dalam Kota : Rp. 500.000,-
    Luar Kota : Rp. 1.500.000,-

    Kabupaten Wonosobo

    Kabupaten Wonosobo


    PARIWISATA

    Dalam usaha mengembangkan pembangunan kepariwisataan, sektor pariwisata telah melaksanakan kebijakan-kebijakan yang telah ditentukan melalui program/ kegiatan utama yaitu menggerakkan usaha-usaha meningkatkan arus kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara. Sedangkan untuk mewujudkan program kerja/kegiatan, dikemukakan program penunjang yang terkait dengan kepariwisataan, adalah:
    1. Meningkatkan pemasaran dan promosi kepariwisataan;
    2. Meningkatkan mutu pelayanan, kenyamanan, kebersihan dan keindahan disekitar obyek daya tarik wisata.
    Secara operasional pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan sub sektor pariwisata tahun anggaran 2003, dengan cara sebagai berikut :
    1. Pengembangan dan peningkatan fasilitas dan aksesbilitas di sekitar obyek daya tarik wisata yang dilaksanakan sejalan dengan upaya memelihara nilai-nilai budaya dan kelestarian lingkungan hidup yang berdampak positif terhadap peningkatan perekonomian masyarakat sekitar dan peningkatan PAD;
    2. Mengikutsertakan masyarakat yang berada di sekitar obyek daya tarik wisata untuk secara aktif dalam upaya pengembangan dan pelestarian obyek wisata;
    3. Mendorong terciptanya organisasi yang menangani usaha dan jasa bidang pariwisata;
    4. Memberikan pelatihan, pendidikan dan membina insan pariwisata dalam upaya menggalakkan pelaksanaan Sapta Pesona.
    Potensi pariwisata di Kabupaten Wonosobo sangat prospektif untuk terus dikembangkan, khususnya wisata alam yang memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan baik wisatawan Nusantara maupun Mancanegara. Adapun peranan perekonomian daerah yang mendukung sektor pariwisata, yaitu sektor perdagangan hotel dan restoran memberikan kontribusi sebesar 19,01 % atau sebesar Rp. 885.776.460.000,- serta sektor pengangkutan dan komunikasi memberikan kontribusi sebesar 3,25 % atau sebesar Rp. 151.239.450.000,-.

    Sedangkan potensi pariwisata yang sudah dikenal hingga ke mancanegara adalah wisata komplek candi Dieng, Telaga warna, Perkebunan Tambi serta Arung jeram. Adapun jumlah kunjungan wisatawan ke daerah wisata di Kabupaten Wonosobo, baik Wisatawan Nusantara maupun Wisatawan Mancanegara pada tahun 2003, yaitu sebesar 101.501 orang atau mengalami peningkatan sebesar 176,65 % bila dibandingkan dengan tahun 2002, yaitu sebesar 57.460 orang.

    TELAGA MENJER
    Merupakan telaga alam terluas di Kabupaten Wonosobo. Berada di ketinggian 1300 meter diatas permukaan laut dengan luas 70 Ha dan kedalaman 45 meter. Telaga Menjer terletak didesa Maron Kecamatan Garung Kabupaten Wonosobo 12 km sebelah utara kota Wonosobo.

    TELAGA BEDAKAH

    Telaga ini terletak didesa Bedakah sebelah timur laut kota Wonosobo, dilereng Sindoro. Selain telaga juga terdapat Gua Angin yang selalu mengeluarkan angin dan Gua Lawa yang merupakan tempat berlindungnya kelelawar.

    AIR TERJUN SIKARIM
    Memiliki ketinggian 80 meter dengan latar belakang bukit yang menjulang dan banyak ditumbuhi perdu dan tanaman langka. Terletak di desa Mlandi Kecamatan Garung 20 km sebelah utara kota Wonosobo.

    KEBUN KARANG GANTUNG
    Terletak di kelurahan Selomerto Kecamatan Selomerto, kurang lebih 6 km sebelah selatan kota Wonosobo. Kebun Karang Gantung adalah kebun bambu yang cukup luas dengayr latar belakang Batu Tua yang sangat umk dan dikenal dengan nama Watu Tedeng

    KAWASAN WISATA DATARAN TINGGI DIENG
    Dieng berasal dari bahasa Sansekerta yaitu 'Di' yang artinya tempat yang tinggi atau gunung dan 'Hyang' yang berarti kahyangan. Maka kita bisa tafsirkan bahwa Dieng adalah merupakan daerah pegunungan tempat dimana para Dewa dan Dewi bersemayam. Kawasan ini terletak didesa Dieng Kecamatan Kejajar Kab. Wonosobo 26 km sebelah utara kota Wonosobo.

    PUSAT REKREASI DAN OLAH RAGA KALIANGET
    Merupakan lokasi pemandian air panas alami. Airnya mengandung kadar asam sullat yang ` cukup tinggi yang berkhasiat untuk menyembuhkan penyakit kulit. Lokasi terletak di jalan Dieng kilometer 3 atau disebelah utara kota Wonosobo.

    Gambar Kabupaten Wonosobo








    Gambar Kabupaten Wonosobo :

    1. Jarak Obyek Wisata Dieng
    2. Jalur Wisata
    3. Peta Obyek Wisata
    4. Jarak Obyek Wisata Wonosobo
    5. Dieng
    6. Telaga Bedakah
    7. Telaga Menjer

    Wonosobo - Hotel

    Wonosobo - Hotel

    HOTEL BINTANG KRESNA****
    JI. Pasukan Ronggolawe No. 30 Wonosobo Tel. (0286) 324111-321053, Fax. 324111

    Jumlah kamar 115, jumlah bed 193 buah
    Fasilitas Maespati Restaurant, Mandura Bar, Wirata Coffee Shop, Lokananta Karaoke, Pringgodani-Ballroom 400 tempat duduk, Ruang Rapat Gebang Tinatar-30 tempat duduk, Ruang Rapat Kendalisodo, Ruabf Billiard.
    Fasilitas Kamar 24 jam , Suguhan Film Cerita, TV Sistim Satelit dengan Remote Control, Telepon dengan IDD ISD/STD, Layanan rekam pesan Telepon, Fasilitas Pembuat Kopi dan Teh Swalayan, Kamar mandi pribadi, Perlengkapan mandi Gratis, Tempat Penyimpanan milik Pribadi , Lemari Es/Bar mini, Alat pengering rambut (sesuai permintaan).
    Layanan Tamu 24 jam penerimaan tamu,
    Layanan penunjang Kegiatan Bisnis, Jaminan Keamanan 24 jam, Jasa Pos dan Kurir,
    Layanan Binatu dan Valet,
    Layanan Make Up Call, Penyewaan Mobil,
    Layanan Informasi Wisata, Antar Jemput Bandara, Kolam Renang.
    Gallery Hotel Kresna Wonosobo
    Jl. Pasukan Ronggolawe 30 Wonosobo Jawa Tengah
    Telp.(62-286) 324111, Faksimile (62-286)324112
    E-mail:Kresna_htl@magelang, Wasantara.net.id
    Website:Http://www.galleryhotelkresnawonosobo.com.
    Managed by PT.Kresna Savitri Internasional Hotel Management&Consultant Jakarta
    Office: PT Kresna Savitri InternasionalJl. Arjuna No.28 Tomang Tol-Jakarta 11470 Indonesia
    Phone (62-21)5668667.
    Credit Cards Accepted: Amex, Visa, Master Card, BCA Card, Dinner Club.
    Superior Rp.385.000,- + +Deluxe Rp.495.000,- + +Indra Prasta .

    SURYA ASIA**
    JI. Ahmad Yoni No. 137 Wonosobo Tel. (0286) 322992

    BHIMA*
    JI. Ahmad Yoni No. 4 Wonosobo Tel, (0286) 321233

    Jumlah kamar 49 buah, jumlah bed 98 buah
    Fasilitas Utama : satu kamar dengan 2 (dua) tempat tidur, TV dan UHV, kamar mandi didalam dengan air panas dan dingin (Lanatai II)
    Fasilitas Standard "A" satu kamar dengan 2 (dua) tempat tidur, TV dan UHV kamar mandi didalam dengan air panas dan dingin (Lt. I)Fasilitas Standard "B" satu kamar dengan 2 (dua) tempat tidur. kamar mandi didalam dengan air panas dan dingin.
    Utama (2 orang) Rp.150.000,-Standard "A" (2 orang) Rp.100.000,

    SRI KENCONO*
    JI. Ahmad Yoni No. 1 Wonosobo Tel.(0286)321533-321551
    Jumlah kamar 40 buah, jumlah bed 80 buah Fasilitas TV, Makan Pagi, Air Hangat, Kamar mandi didalam,Restauran, Karaoke.
    Family 4 Person Rp. 300.000,-Standard 2 Person Rp. 150.000,- E

    PARAMA*
    JI. Ahmad Yoni No. 96/112 Wonosobo Tel. (0286) 321788
    Standard Rp.55.000,-Standard buasa Rp.38.000,-

    HOTEL MELATI
    DIENG KLEDUNG PASS (Melati-3)
    JI. Raya Parakan Km 17 Wonosobo Tel. (0286) 321266 21433 Fox: 22134
    Standard Rp.80.000,-

    DEWI (Melati-3)
    JI. Ahmad Yoni No. 90 A Wonosobo Tel. (0286) 321813
    Economy Room Rp. 35.000,-Standard A Rp.65.000,-

    NIRWANA (Melati-3)
    JI. Resimen 18 No. 36 Wonosobo Tel. (0286) 321066
    Jumlah kamar 25, jumlah Bed 46

    SURYA (Melati-1)
    JI. Ahmad Yani No. 13 Wonosobo Tel. (0286) 321272

    ARJUNA (Melati-3)
    JI. Sindoro No. 7A Wonosobo Tel. (0286) 321389
    Fasilitas Air panas, TV, Kamar mandi didalam.
    Kamar Famili Rp.110.000,-Standard Rp.77.000,-

    PENDAWA LIMA (Melati-3)
    JI. Resimen 18 No. 46 Wonosobo Tel. (0286) 321257

    PETRA (Meiati-2)
    JI. Ahmad Yoni No. 97 Wonosobo Tel. (0286) 321152-321447
    Fasilitas Air panas, TV, Kamar mandi didalam
    STANDARD "A" 2 (dua) orang Rp..100.000,-STANDARD "B" 2(dua) orang

    UTAMI (Melati-1)
    JI. Girimargo No. 56 Wonosobo Tel. (0286)

    SINDORO (Melati-2)
    JI. Sumbing No. 14 Wonosobo Tel. (0286) 321179

    RAHAYU (Melati-1)
    JI. Resimen 18 No. 50 Wonosobo Tel. (0286) 322431

    SURABAYA (Melati-z)
    JI. Dieng No. 21 Wonosobo Tel. (0286) 321181

    WIDURI(Melati-1)
    JI. Resimen 18 No. 44 Wonosobo Tel. (0286) 322585

    DUTA (Melati-1}
    JI. RSU No. 3 Wonosobo Tel. (0286) 321674
    Tarif Antara Rp. 45.000 s/d Rp.80.000,-

    SLAMET (Melati-1)
    JI. S. Parman no. 22 Wonosobo Tel. (0286) 321880

    DIENG (Melati-1)
    JI. Bhayangkara no. 39 Wonosobo Tel. (0286) 322035
    Tarif antara Rp. 40.000 s/d Rp.75.000,-

    JAWA TENGAH (Melati-1)
    JI, Ahmad Yani No. 62 Wonosobo Tel. (0286) 321202

    PJKA (Meiati-3)
    JI. Sindoro No. 1 Wonosobo Tel. (0286) 321126

    FAMILI (Melati-1)
    JI. Sumbing No. 16 Wonosobo Tel. (0286) 321396
    Berada di jantung kota Wonosobo
    Klas I Rp. 50.000,-Klas II Rp. 40.000,-Klas III Rp. 35.000,

    BU DJONO (Melati-1}
    JI. Dieng Plateau Wonosobo Tel. (0286) 393814

    DIENG PLATEAU HOME STAY (Melati-1)
    JI. Raya Dleng Plateau No. 16 Km 26 Wonosobo Tel. (0286) 392823

    ASRI DIENG PLATEAU (Melati-1)
    JI. Telaga Warna Dleng Plateau Km 26 Wonosobo

    ASRI (Melati-1)
    JI. Resimen No. 11 Wonosobo Tel. (0286) 322476
    Anatra Rp. 40.000 s/d Rp. 75.000,-


    HOTEL "MANDALA WANGI"
    Melati II
    Jl. Bambang Sugeng Km.4 Mendolo Wonosobo
    0286-321813
    Sandard "A" Rp. 40.000,-Standard "B" Rp.50.000,-

    Wonosobo - Restaurant

    Wonosobo - Restaurant


    RM. Asia
    Masakan Indonesia, Eropa, China.
    Jl. Angkatan 45 No. 43
    (0286) 2116


    RM. Dieng
    Masakan Indonesia, Eropa, China
    Jl. Angkatan 45

    RM. Dieng Kledung Pass
    Masakan Indonesia, Eropa, China
    Jl. Parakan Km. 17

    RM. Gudeg
    Masakan Indonesia
    Jl. A.Yani 143
    0286-21443


    RM. Shanti Rahayu
    Jl. Ahmad Yani

    RM. Wana Boga
    Rumah Makan " WANA BOGA " adalah Rumah makan yang baru saja didirikan.Pemiliknya seorang Milyuner ternama di kota Wonosobo.Vasilitas yang tersedia halaman muat sekitar 75 kendaraan roda empat ditambah 700 kendaraan roda dua,letaknya disekitar pusat perkantoran
    Jln.A.Yani No.278 Km.3 Wonosobo
    23456789012

    RM.Barokah
    Masakan Indonesia
    Jl.Raya Banyumas Km.6 Selomerto

    RM.Belimbing
    Masakan Indonesia
    Jl.Raya Banyumas Km.8 Selomerto

    RM.Cita Rasa
    Masakan Indonesia
    Jl.A.Yani No.94 Wonosobo

    RM.Citra Minang
    Masakan Padang-Indonesia
    Jl.A.Yani
    0286-21154


    RM.Gayatri
    Masakan Indonesia
    Jl.Parakan Km.10 Wonosobo

    RM.Mbak Tri
    Spesial Sop, Soto dan Aneka Masakan Indonesia
    Jl.S.Parman

    RM.Mie Ongklok
    Spesial Mie Ongklok Makanan Khas Wonosobo.
    Jl.Ronggolawe

    RM.Mirasa
    Masakan Eropa, China, Indonesia
    Jl.A.Yani
    0286-21165


    RM.Muhadi
    Spesial Mie Ongklok Makanan Khas Wonosobo.
    Jl.A.Yani

    RM.Murah Meriah
    Masakan Indonesia
    Jl.Raya Magelang Km. 6 Kretek

    RM.Sate Banyumas
    Masakan Indoesia
    Jl.Sumbing No.84

    RM.Sate Mekar Sari
    Spesial Sate, Masakan Indonesia
    Jl.Raya Magelang Km.5 Kretek

    RM.Sate Sari Rasa
    Masakan Indonesia, Spesial Sate Kambing muda
    Jl.Raya Magelang Km.5 Kretek
    0286-321415


    RM.Sederhana
    Masakan Indonesia
    Jl.Raya Banyumas Km.6 Selomerto

    RM.Selera
    Masakan Indonesia
    Jl.Dieng (Kalianget)
    0286-22345


    RM.Senang
    Masakan Indonesia
    Jl.Raya Dieng Kejajar

    RM.Sisilia
    Masakan Indoesia
    Jl.Sumbing No.84
    0286-22652


    RM.Sukasari
    Masakan Indonesia
    Jl.Raya Banyumas Km.3 Wonosobo

    RM.Tawang
    Masakan Indonesia
    Jl.Raya Banyumas Km.5 Wonosobo
    0286-21769


    RM.Tumbuh Lagi
    Masakan Indonesia
    Jl.Raya Banyumas Km. 6 Selomerto
    0286-23415


    Warung Tenda
    Berbagai macam masakan buka pukul 16.00 WIB sampai larut malam-lesehan
    Sepanjang Jalan Pramuka


    RM. ECO
    JI. Resimen 18 Wonosobo (Masakan Indonesia)

    RM. SARI RASA
    JI. Bhyangkara No. Wonosobo Telp. (0286) 21475 (Masakan Indonesia)

    RM. MBAK US
    JI. S. Parman Wonosobo (Masakan Indonesia)

    RM. MADEKUR
    JI. Dieng Wonosobo (Masakan Indonesia)

    RM. INTISARI
    JI. Ahmad Yanfi Wonosobo Telp. (0286) 21415 (Masakan Indonesia)

    RM. ASRI
    JI. Mayjen Bambang Sugeng Wonosobo (Masakan Indonesia)

    RM. ARGOPENI
    JI. Argopeni No. 2 Wonosobo Telp. (0286) 21415 (Masakan Indonesia)

    RM. SILERI
    JI. Raya Dieng Bugangan Wonosobo (Masakan Indonesia)

    RM. BU HARI
    JI. Masjid Wonosobo (Masakan Indonesia)

    RM. LANGGENG
    JI. Masjid Wonosobo (Masakan Indonesia)

    RM. SARI RAOS
    JI. Raya Magelang Km. 5 Bojasari Wonosobo (Masakan Indonesia)

    RM. AYAM GORENG BU TITIK Bugangan Wonosobo

    Wonosobo - Travel

    Wonosobo - Travel

    PAPSA (Perusahaan Angkutan Penumpang Sampai Alamat)

    Wijaya
    JI. Bhayangkara Telp. 211138
    Tujuan : Semarang JI. Bubakan Baru A/3 Telp. 27601, Semarang
    Berangkat : 06.30 wib.

    Sujadi
    JI. Bhayangkara Telp. 211138
    Tujuan : Jakarta JI. Kelapa Gading Blok WA. II/18 Telp. 4510416
    Berangkat : 19.00 wib.

    New Prima Express
    JI. A. Yanfi 95 Telp. 321217
    Tujuan : Semarang JI. Bubakan Baru A-1 Telp. 24654, Semarang
    Berangkat : 06.00 wib.

    Rahayu
    JI. A. Yani 95 Telp. 321217
    Tujuan : Yogyakarta JI. Diponegoro 35/1 Telp. 61322, Yogya
    Berangkat : 6,9,10,12,14,16 wib.
    Surabaya : Berangkat pukul 16.00 wib.

    New Sri Rejeki
    JI. A. Yani 95 Telp. 321217
    Tujuan : Jakarta JI. Perintis Kemerdekaan Il/S,Jakarta
    Berangkat : 19.00 wib.

    Wijaya Raya
    Komp. Pertokoan Matahari B-9 Telp. 321370
    Tujuan : Jakarta JI. Muwardi Raya 27 Jakarta
    Berangkat : 16.30 wib

    Laju Indah
    Kornp. Pertokoan Matahari B-9 Telp. 321370
    Tujuan: Bandung Jl. Otista No. 279 Bandung
    Berangkat : 16.30 wib.

    SIEM
    JI. Bismo No. 17 Telp. 321239
    Tujuan : Jakarta JI. KH. Samanhudi 11, Jakarta
    Berangkat : 17.00 wib.

    BOB MILA
    JI. Bismo No. 17 Telp. 321239
    Tujuan : Jakarta JI. KH. Samanhudi 11, Jakarta
    berangkat : 17.00 wib

    Gambar Kabupaten Wonosobo







    Gambar Kabupaten Wonosobo

    Dari atas :
    1. Jalur wisata Kabupaten Wonosobo
    2. Jarak Obyek Wisata Kab. Wonosobo
    3. Jarak Obyek Wisata Dieng
    4. Dieng
    5. Telaga Bedakah
    6. Telaga Menjer

    Kabupaten Banjarnegara

    Kabupaten Banjarnegara


    Pariwisata Andalan

    Andalan Obyek Wisata kabupaten Banjarnegara:
    Taman Rekrasi Taman Marga Satwa Seruling Mas, Dataran Tinggi Dieng, Wisata Tirta Mrica, Padang Golf Mrica, Seni Kesenian Keramik dan Arum Jeram.

    Taman Rekrasi Taman Marga Satwa Seruling Mas
    Taman Seruling Mas terletak di komplek Makam Ki Ageng Selamanik, di lembah sungai Serayu 1 km sebelah utara kota Banjarnegara.
    Sarana wisata yang ada di Taman Rekreasi Margasatawa Selamanik Seruling Mas antara lain:
    • Taman satwa
    • Arena permainan anak
    • Panggung hiburan
    • Wisata arena pemancingan umum
    • Padepokan pencak silat
    • Kolam renang bertaraf International
    TRMS Serulingmas terletak di Kota Banjarnegara, daya tarik wisata yang ada di sana adalah berupa Taman Satwa, Kolam Renang, taman beramain anak-anak, Makam Keramat Ki Ageng Selomanik. Beberapa satwa yang ditangkarkan adalah Singa, Gajah, Harimau, Ular, Orang Utan, berbagai jenis burung, dan lain-lain. Disediakan pula fasilitas wisata menunggang gajah keliling taman dengan dipandu seorang pawang.
    Ada kolam renang yang memadai, terdiri dari 3 bagian kolam untuk anak-anak dan orang dewasa, serta fasilitas mandi/bilas.Makam Ki Ageng Selomanik yang merupakan keturunan Raja Mataram sering dikunjungi wisatawan yang percaya dengan kekeramatan Ki Ageng Selomanik.Taman rekreasi ini dilintasi oleh aliran Sungai Serayu yang menambah keindahan pemandangan taman. Taman rekreasi ini sangat diminati oleh anak-anak dan remaja, pada hari-hari libur atau liburan sekolah taman rekeasi ini selalu padat pengunjungnya.
    Untuk memeriahkan suasana di panggung hiburan diadakan pentas kesenian daerah dan pentas musik yang dapat dinikmati wisatawan sambil duduk-duduk di bawah pohon rindang di arena bawah panggung.Di taman ini pula dapat dinikmati minuman khas Banjarnegara, yaitu Dawet Ayu Banjarnegara, yang konon dapat membuat orang tambah ayu apabila suka meminumnya.

    Dataran Tinggi Dieng
    Dataran Tinggi Dieng (Dieng Plateu) terletak di sebelah timur laut kota Banjarnegara 55 km, merupakan daerah tujuan wisata nomor 2 di Jawa Tengah setelah Borobudur. Dataran Tinggi Dieng semula merupakan gunung berapi yang meletus dengan dahsyat, sekarang puncak gunung terlempar, tinggallah sekarang suatu dataran yang terletak di puncak gunung lebih dikenal dengan sebutan " DIENG PLATEU".
    Ditengah-tengah dataran tinggi Dieng dahulu terdapat tempat pemujaan dan asrama pendidikan Hindu tertua di Indonesia. Sebagai bangunan suci tersebut sampai sekarang dapat kita saksikan dengan adanya candi beserta puing-puing bekas Vihara. Dari obyek yang dapat kita saksikan saat ini terdapat 8 buah candi yaitu:
    • Banowati,
    • Puntodewa,
    • Arjuna,
    • Sembodro,
    • Srikandi,
    • Gatot Kaca,
    • Bima
    Aset wisata lainnya tersebar di dataran tinggi Dieng antara lain:
    Kawah Sikidang, Kawah Si Banteng, Kawah Sileri, Kawah Candradimuka, Telaga Balaikumbang, Telaga Medada, Telaga Siwi, Telaga Dringa, Telaga Sinila, Sumur Jala Tunda, Goa Jumut, Gangsiran Asmotoma.
    Ada kenangan khas yang dibawa bila berkunjung ke Dieng antara lain :
    Kacang Dieng, Carica, Kentang, Asparagus, Jamur Dieng dan Ramuan Purwaceng sebagai penghangat badan.

    Bagi masyarakat setempat, sebutan Dieng sering diterjemahkan sebagai Kahyangan atau tempat bersemanyamnya para Dewa. Memang obyek wisata pegunungan ini menjajikan pemandangan alam yang memukau. Hamparan hutan jati, kawah-kawah yang masih aktif, serta udara yang sejuk membuat kawasan obyek wisata berkesan damai dan tenang.

    Dataran tinggi Dieng terletak tepat di perbatasan antara Kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara. Wilayah terbesar Dataran Tinggi Dieng milik Kabupaten Banjarnegara. Merupakan dataran paling tinggi di Jawa yang terletak pada ketinggian 2.093 m di atas permukaan laut dengan suhu rata-rata 150 C. Daya tarik wisata lain yang dapat dikunjungi misalnya kelompok Candi Hindu Pandawa, Telaga Warna dan Pengilon, Kawah Sikidang, Goa Semar, Mata Air Sungai Serayu, Proses Budidaya Jamur Merang, dll.

    Secara geografis, Dataran Tinggi Dieng (Dieng Plateau) berada di dua wilayah Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Banjarnegara. Letaknya pada ketinggian sekitar 2,093 meter di atas permukaan air laut, dengan suhu siang hari antara 15 derajat Celcius dan 10 derajat Celcius pada malam hari.
    Pada waktu musim kemarau, suhu dapat turun drastis di bawah titik nol derajat Celcius. Rendahnya suhu tersebut membekukan embun. Menurut petani Dieng, kristal-kristal embun yang sering disebut embun upas sangat tidak bersahabat. Tanaman kentang dan kubis mereka terancam jika embun ganas tersebut datang. Luas Dataran Tinggi Dieng 619,846 hektar, dikelilingi gugusan gunung antara lain Gunung Sumbing, Gunung Sindoro, Gunung Perahu, Gunung Rogojembangan serta Gunung Bismo. Keindahan Dieng menawarkan suatu sensasi menarik. Percaya atau tidak, pengunjung yang datang dari arah Wonosobo dapat menyaksikan dua kali matahari terbit.

    Matahari terbit Dieng diberi julukan sebagai Golden Sunrise, dengan matahari keemasan dan silver sunrise, dengan warna sinar matahari putih perak. Penampilan matahari terbit yang pertama, atau Golden Sunrise, dapat dilihat dari menara pandang pada ketinggian 1,700 meter di atas permukaan laut. Lokasi ini sebelum memasuki Desa Dieng. Sedang penampilan kedua, atau Silver Sunrise, dapat disaksikan dari kompleks Candi Hindu.
    Kelompok Candi Arjuna
    Kelompok candi ini terdiri dari lima candi tersusun dalam dua deret, deret di sebelah timur terdiri dari empat bangunan candi yang semuanya menghadap ke barat candi Arjuna, candi Srikandi, candi Puntadewa dan candi Sembadra.
    Deret sebelah barat menghadap ke timur yaitu candi Semar yang berhadapan dengan candi Arjuna. Masing-masing candi memiliki ciri khas dan keindahan tersendiri, dan dibangun tidak bersamaan dengan tujuan untuk bermeditasi. Pada candi-candi ini selalu digambarkan dewa-dewa pendamping utama Siwa, kecuali pada candi yang istimewa yaitu candi Srikandi yang digambarkan pada relung-relung semu adalah dewa-dewa utama agama Hindu yaitu Brahma, Siwa dan Wisnu.
    Candi Cototkaca
    Candi ini terletak di sebelah barat kelompok Candi Arjuna di kaki bukit Pangonan menghadap ke barat, dahulu kala di lokasi ini terdapat enam bangunan candi yaitu candi Gatutkaca, candi Sentyaki, candi Antareja, candi Nakula - Sadewa dan candi Nalagareng, karena proses alam hanya candi Gatutkaca yang mampu bertahan hingga saat ini. Melihat dari segi arsitekturnya candi Gatutkaca dibangun setelah candi Srikandi, hal ini diketahui dari cara penempatan tangga kaki, jumlah relung, denah bangunan dan denah atap tingkatnya. Candi Gatutkaca memiliki kala makara yang khas yaitu berupa wajah raksasa yang menyeringai tanpa rahang bawah
    Candi Bima
    Candi terletak di sebelah selatan candi Gatutkaca kurang lebih satu kilometer, dahulu diperkirakan terdapat beberapa candi namun karena proses alam, hanya candi Bima yang mampu bertahan, mempunyai tipe berbeda dengan candi-candi lain di Dieng dan diperkirakan dibangun setelah candi Srikandi.Candi Bima mengahadap ke timur dengan denah candi berbentuk palang, yang menarik dari candi ini adalah pada bagian atapnya yang sangat mirip bentuk shikara dan berbentuk seperti mangkuk yang ditangkupkan, selain itu pada bidang-bidang tingkatnya dihiasi dengan relung-relung yang melengkung dengan kepala tokoh dewa di dalamnya atau kudu.
    Candi Dwarawati
    Candi Dwarawati terletak paling timur di antara candi-candi di dataran tinggi Dieng, didirikan di bukit Perahu. Di lokasi ini dahulu ada dua buah candi yaitu candi Dwarawati dan Parikesit, ketika ditemukan keduanya telah runtuh berserakan, dan diperbaiki pada tahun 1955 dan candi Dwarawati direstorasi pada tahun 1980, telah banyak dikunjungi wisatawan
    Museum Purbakala
    Terletak di sebelah barat laut candi Gatutkaca dan berada di sebelah kanan jalan menuju candi Bima. Di dalam museum ini disimpan ± 100 buah temuan lepas yang berasal dari kompleks candi Dieng.Temuan lepas berupa : arca, relief, komponen bangunan dan prasasti yang umumnya dari bahan batu andesit.Koleksi arca yang disimpan di sana memiliki kekhasan tersendiri yaitu koleksi arca singa dengan berbagai bentuk dan ukuran, dalam salah satu Kibat India disebutkan tipe singa di sini termasuk Khummana Simha yaitu bersikap duduk dengan kedua kaki di depannya terangkat ke atas. Biasanya ditempatkan di kanan-kiri tangga masuk, arca dewa-dewa agama Hindu seperti Siwa, Durga, Agastya, Ganesha dan Nandi yaitu kendaraan Dewa Siwa yang digambarkan sebagai arca manusia berkepala lembu.Mengendarai Nandi tidak seperti layaknya menunggang di lehernya.
    Sampai sekarang belum diketahui secara pasti dari bagian mana temuan lepas itu berasal. Mengunjungi meseum ini dapat menambah pengetahuan tentang sejarah purbakala, dan peradaban dari nenek moyang kita masa lalu, juga dapat dimanfaatkan untuk penelitian.
    Kawah Sikidang
    Kawah ini adalah kawah vulkanik dengan lubang kepundan berada di daerah dataran sehingga kawah dapat disaksikan langsung dari bibir kawah. Sampai saat ini kawah Sikidang masih aktif mengeluarkan uap panas sehingga air kawah mendidih dan bergejolak.Bau khas pegunungan berapi, kepulan asap putih selalu menghiasi penampilan kawah ini.Uap panas yang keluar disertai semburan air yang mendidih berwarna kelabu selalu muncul berpindah-pindah dan berlompat-lompat dari satu tempat ke tempat lain seperti seekor Kidang, sehingga dinamai kawah Sikidang.
    Kawah Sileri
    Kawah terluas di kawasan Wisata Dataran Tinggi Dieng yang masih aktif, dengan permukaan airnya yang terus-menerus mengepulkan asap putih dan menunjukkan gejala vulkanis. Kawah Sileri berwarna kelabu kental seperti leri, sehingga dinamakan kawah Sileri, lingkungan ini masih sangat alami dengan latar belakang pegunungan yang hijau.
    Kawah Candradimuka
    Kawah ini sebenarnya bukan kawah gunung berapi, tetapi merupakan pemunculan Solfatara dari rekahan tanah. Terdapat dua lubang rekahan yang masih aktif mengeluarkan solfatara, yang satu mengeluarkan secara terus menerus yang lainnya secar berselang. Di kawah yang sangat atraktif ini terdapat sumber air yang mempunyai kekuatan magic sehingga banyak wisatawan yang berkunjung untuk memanfaatkannya.
    Sumur Jalatunda
    Sumur Jalatunda berasal dari kawah yang telah mati ribuan tahun yang lalu kemudian terisi air sehingga menyerupai sebuah sumur raksasa. Sumur ini mempunyai garis tengah kurang lebih 90 meter dan kedalaman ratusan meter.Ada kepercayaan penduduk setempat jika seseorang berhasil melemparkan batu menyeberangi sumur tersebut, maka segala keinginannya akan terlaksana. Bahkan air sumur Jalatunda mempunyai kekuatan magic sehingga banyak dimanfaatkan wisatawan.
    Telaga Merdada
    Telaga ini merupakan telaga terluas di Kawasan Wisata Dataran Tinggi Dieng kurang lebih 25 Ha dengan kedalaman 2 - 10 meter. Berlatar belakang lereng-lereng bukit yang hijau, dan bedeng-bedeng jamur khas Dieng menambah keindahan pemandangan telaga ini. Untuk wisatawan disediakan sampan untuk disewa mengelilingi telaga dan fasilitas memancing ikan telaga yang jernih juga kesejukan alam dan indahnya bunga-bunga di sekitar telaga membuat btah wisatawan berlama-lama di telaga ini.

    Wisata Tirta Mrica
    Bendungan Panglima Soedirman yang terkenal dengan nama Waduk Mrica terletak 10 km, arah barat kota Banjarnegara. Bendungan seluas 1250 km, selain sebagai pembangkit tenaga listrik, juga dimanfaatkan sebagai arena wisata tirta dengan kegiatan wisata sky air, olah raga dayung, memancing, dan budidaya ikan dengan sistem keranda tabung.
    Arum Jeram
    Sungai Serayu yang bermata air di dataran tinggi Dieng selain dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk pertanian, pertambangan energi ternyata amat potensial dijadikan arena olah raga arum jeram. Alur sungai Serayu yang berdekatan dengan jalan antara Wonosobo - Banjarnegara sebagai memudahkan untuk evakuasi.
    Wisata air ini memanfaatkan Bendungan Panglima Besar Soedirman yang mempunyai fungsi utama sebagai Pembangkit Listrik (PLTA). Bendungan yang mempunyai panjang ± 6,5 Km dan luas 1.250 Ha merupakan bendungan terbesar di Asia Tenggara dan mempunyai kapasitas tenaga listrik sebesar 184,5 MW. Wisata air yang ada di sana adalah berperahu/speedboat mengelilingi waduk, olah raga dayung, memancing dan naik kereta mini mengelilingi arena wisata.Juga tersedia taman bermain untuk anak dan panggung hiburan. Lokasi ini sangat menarik karena berbukit-bukit dan rimbun oleh pepohonan serta pemandangan bendungan yang indah dan asri. Di dekat kompleks Wisata Mrica juga terdapta Padang Golf dengan 9 hole yang dilengkapi segala fasilitasnya.

    Taman Rekreasi Anglir Mendung
    Terletak arah Utara ± 18 Km dari Kota Banjarnegara. Di daerah ini beriklim sejuk dan dikelilingi hutan lindung yang dapat dijadikan wisata alam berburu, cross country. Fasilitas yang tersedia yaitu kolam renang yang jernih dengan mata air asli dari pegunungan, taman bermain anak-anak, penginapan remaja dan bumi perkemahan yang dapat menampung 200 tenda. Jalan menuju obyek wisata ini berkelok-kelok dengan pemandangan alam yang indah, berupa bukit, sawah, sungai dan hutan.
    Arung Jeram Sungai Serayu
    Wisata minat khusus arung jeram ini berada di Sungai Serayu Kabupaten Banjarnegara tepatnya dari Desa Tunggoro ke Desa Singomerto, Kecamatan Sigaluh dengan panjang route tempuh 12 Km. Fasilitas akomodasi dan cinderamata khas desa ini tersedia di sepanjang jalan raya, dan Sungai Serayu ini mengalir berdekatan dengan jalan raya Tunggoro - Singomerto.Arung jeram ini dinilai sangat baik oleh para atlet Arung Jeram Nasional sehingga pada tahun 1997 di lokasi ini dijadikan sebagai lokasi Kejurnas I Arung Jeram.

    Sumber : DISHUBPAR Banjarnegara